Cari Dua Bocah Hilang di Teluk Manado, Ritual Batang Pisang Dilakukan

Penulis:
Editor: Fransiska_Noel
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Evakuasi bocah tenggelam di muara sungai Sario, Minggu (5/2). Dua bocah lagi masih belum ditemukan, keluarga lakukan ritual batang pisang

Laporan Wartawan Tribun Manado, David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Demi mendapatkan dua korban yang hanyut berbagai cara dilakukan.

Di antaranya dengan menggunakan ritual agar para korban bisa ditemukan.

Usaha ini juga yang dilakukan Meigi Mariama, dia turun ke pantai yang agak dalam di belakang kawasan Jangkar Sandar, Megamas, Senin (6/2), kemarin.

Dengan dibantu seorang anggota SAR, Meigi menambatkan sebuah benda dengan dua tali di bebatuan dalam air.

Benda itu berbentuk bujur sangkar. Isinya batang pisang yang hampir sama panjang. Batang pisang itu dibungkus dengan kain putih.

Bagian sudut dari benda bangun datar itu seperti diikat tali.

Air mineral lalu disiram di atas benda itu. Meigi seperti mengucapkan beberapa kata saat menyiram.

Karena masuk ke dalam air, baju Meigi basah. Ia tampak basah dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Meigi mengatakan pisang akan terapung jika ditaruh di atas air.

Harapannya, mereka yang tenggelam akan terapung kembali.

Melihat ritual ini, Rivo Taroreh, anggota Rapi, mengatakan ritual asal Gorontalo itu akan menyebabkan efek timbal balik. Jika bocah yang tengelam ditemukan, itu akan memakan korban nyawa keluarga yang lain.

Benda dan ritual yang dibuat dipakai untuk meminta penunggu laut mengembalikan jenasah. Penunggu laut itu jugalah yang menghalangi proses pencarian.

"Dari tadi lautan mengamuk. "Dia" marah karena kita mencari," ujarnya.

Selain ritual tradisional, seorang pendeta diminta tim SAR berdoa bersama keluarga.

Halaman
12

Berita Terkini