Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Obor Pemuda GMIM, Renungan Sabtu 16 Agustus 2025, Matius 22:19-20, Memberi Hati

Obor pemuda GMIM, renungan Sabtu 16 Agustus 2025. Pembacaan alkitab terdapat pada Matius 22:19-20.

Editor: Chintya Rantung
Chintya Rantung/Tribun Manado
OBOR PEMUDA GMIM - Renungan Sabtu 16 Agustus 2025. Pembacaan alkitab terdapat pada Matius 22:19-20. Tema perenungan adalah Memberi Hati. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor pemuda GMIM, renungan Sabtu 16 Agustus 2025.

Renungan obor ini, bisa jadi referensi para pemuda kristen ketika akan memimpin ibadah atau bisa dibaca setiap pagi ataupun sebelum menjalan aktivitas.

Pembacaan alkitab terdapat pada Matius 22:19-20.

Tema perenungan adalah Memberi Hati.

Khotbah:

Saat Yesus berkata, “Tunjukkanlah kepada‑Ku mata uang untuk pajak itu”, yang ditunjukkan oleh orang‑orang itu bukanlah uang biasa dari daerah Yahudi, tetapi sebuah dinar Romawi. 

Dinar ini sangat dikenal pada masa itu, digunakan sebagai alat pembayaran resmi di seluruh daerah yang dijajah oleh Kekaisaran Romawi.

Koin itu kecil, terbuat dari perak, tetapi mempunyai makna yang sangat besar bagi penduduk Yahudi. Pada salah satu sisinya terdapat gambar Kaisar Tiberius, yang memerintah dari tahun 14–37 M.

Biasanya di sekeliling gambarnya tertulis kata‑kata dalam bahasa Latin yang berarti: “Tiberius, putra dari Augustus yang Ilahi”. Ini bukan hanya soal uang, tetapi soal simbol politik dan agama.

Koin itu sendiri membawa pesan bahwa Kaisar bukan hanya seorang penguasa, tetapi juga diklaim sebagai sosok yang “ilahi”.

Bagi banyak orang Yahudi, uang ini membuat tidak nyaman. Ada yang merasa bahwa membawa dan menggunakan koin itu berarti menerima atau bahkan menyetujui status sang Kaisar sebagai “dewa” atau “tuhan” bagi kerajaan itu.

Ada juga yang merasa uang itu bertentangan dengan iman mereka, karena Allah sendiri yang memerintah umat‑Nya, bukan penguasa asing.

Saat Yesus meminta untuk melihat koin itu, maksud‑Nya bukan semata soal nilai ekonominya, tetapi soal nilai dan maknanya bagi manusia.

Ia memperlihatkan bahwa setiap benda mempunyai gambar yang menentukan siapa pemiliknya. Koin itu membawa gambar dan nama Kaisar, maka memang wajar bila digunakan dan dikembalikan bagi Kaisar.

Namun Yesus juga mengingatkan bahwa manusia membawa gambar Allah sendiri.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved