Sulawesi Utara
Beras dan Rokok, Komoditas Paling Berpengaruh pada Kemiskinan di Sulawesi Utara
Sulawesi Utara Garis Kemiskinan Naik 3,63?ri Rp 511.710 pada September 2024 menjadi Rp 530.304 pada Maret 2025.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Persentase kemiskinan Sulawesi Utara per Maret 2025 sebesar 6,71 oersen.
Angka ini naik tipis 0,01 persen jika dibanding September 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Aidil Adha menjelaskan sejumlah faktor fenomena yang menentukan angka kemiskinan pada Maret 2025.
Di antaranya, naiknya harga makanan, minuman dan tembakau yang cukup tinggi yaitu 8,24 persen membuat konsumsi masyarakat melemah.
Selain itu, proporsi penerima bansos di wilayah perdesaan mengalami peningkatan. Persentasi penerima PKH di perdesaan naik 1.84 persen dari Maret 2024 ke Maret 2025.
Kemudian, adanya peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2025 melonjak 11.11 persen dibandingkan September 2024.
"Selanjutnya naiknya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2025 mencapai 6,03 persen," jelas Aidil, Senin (28/7/2025).
Angka ini naik 0,05 persen poin dari Februari 2024 dan 0,18 persen poin dari Agustus 2024
Diketahui, untuk kemiskinan diukur berdasarkan Garis Kemiskinan Makanan dan Garis Kemiskinan Non Makanan.
Di mana, untuk Sulawesi Utara Garis Kemiskinan Naik 3,63 persen dari Rp 511.710 pada September 2024 menjadi Rp 530.304 pada Maret 2025.
Komoditas makanan menyumbang 77,84% terhadap Garis Kemiskinan Maret 2025, jauh lebih besar dibandingkan komoditas bukan makanan yang hanya 22,16%.
Adapun tiga komoditas utama penentu Garis Kemiskinan Makanan ialah beras, rokok dan ikan Cakalang/Tuna.
Ketiga komoditas ini menempati posisi teratas komoditas penyumbang Garis Kemiskinan Makanan di perkotaan dan perdesaan.
Sementara untuk komoditas non makanan yang paling dominan adalah perumahan, bensin, listrik serta peralatan mandi.(ndo)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Threads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Sosok dr Truly Kerap: Dokter, Jurnalis, hingga Kini Diangkat Jadi Ketua KPID Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Daftar Peristiwa di Sulut: Penemuan Perahu Nelayan, Perkembangan Kasus Korupsi Dana Hibah GMIM |
![]() |
---|
Operasional KM Barcelona Dibatasi, Warga Talaud Mengeluh, Aktivitas dan Roda Ekonomi Makin Lambat |
![]() |
---|
Steven Kandouw hingga Rio Dondokambey, Ini Daftar Nama Calon Pemimpin Parpol-Parpol Besar di Sulut |
![]() |
---|
Daftar Nama Pengurus IDI Wilayah Sulawesi Utara 2025–2028, Ketua dr John Wantania |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.