Bolsel Sulawesi Utara
Gagal Tampil di Ajang Pocil, 22 Siswa SD Bolsel Menangis Kecewa karena Seragam Tak Kunjung Tiba
Sebanyak 22 siswa yang tergabung dalam kontingen Polisi Cilik Presisi (Pocil) Bolsel terpaksa tidak bisa tampil setelah dinyatakan gugur
Penulis: Diki Cahya Mulya Gobel | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID – Suasana haru dan kecewa mewarnai keikutsertaan para siswa Sekolah Dasar asal Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dalam kegiatan Polisi Cilik (Pocil) yang digelar di Kawasan Lapangan Megamas, Manado, Sabtu (19/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Lalu Lintas (Polantas).
Sebanyak 22 siswa yang tergabung dalam kontingen Polisi Cilik Presisi (Pocil) Bolsel terpaksa tidak bisa tampil setelah dinyatakan gugur oleh panitia karena masalah seragam yang tidak kunjung tiba di lokasi hingga waktu tampil.
Para siswa menangis kecewa karena telah berlatih keras namun gagal berpartisipasi.
Padahal, sehari sebelumnya, puluhan siswa dari berbagai sekolah dasar di Bolsel tersebut secara resmi dilepas oleh Wakil Kepala Polres Bolsel, Kompol I Ketut Mantra, dalam sebuah upacara pelepasan yang digelar di Mapolres Bolsel, Jumat (18/7/2025).
Mereka berangkat dengan penuh semangat membawa nama baik daerah sebagai kontingen Pocil Bolsel.
Namun sayangnya, harapan para siswa untuk tampil justru pupus karena seragam yang menjadi syarat utama tidak sampai di tangan mereka hingga batas waktu tampil.
Akibatnya, mereka dieliminasi dari ajang yang dinanti-nantikan itu.
Kekecewaan tidak hanya datang dari para siswa, tetapi juga dari para orangtua yang mendampingi.
Salah seorang orangtua menyebut kejadian ini sangat melukai hati anak-anak mereka.
Terlebih karena biaya seragam telah dilunasi sejak awal bulan Juli.
“Anak saya kecewa berat, menangis. Mereka sudah latihan keras, tapi akhirnya tidak bisa tampil karena seragam tidak datang-datang. Padahal kami sudah bayar lunas. Kami sangat merasa dirugikan,” kata salah seorang orangtua siswa, Stenli.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Molibagu, Nurmawati Aliu, yang turut mendampingi para siswa, juga menyatakan kekecewaannya.
“Kami semua kecewa. Anak-anak dan orangtua sudah berkorban banyak. Informasinya, seragam sudah dalam perjalanan tapi terhambat karena masalah teknis. Namun tetap saja, ini sangat merugikan kami,” ucapnya.
Ia menyebutkan, sebanyak 22 siswa telah melunasi biaya seragam dengan total mencapai Rp 22 juta.
| Akhir Tahun 2025, RSUD Bolsel Bakal Naik Tipe C, Pembangunan Sudah 70 Persen |
|
|---|
| Pengunjung Keluhkan Banyak Sampah di Pantai Modisi Bolsel, Minta Pengelola Beri Perhatian |
|
|---|
| Proyek JIAT di Tolondadu Dua Bolsel Disorot Warga, APH Diminta Turun Tangan |
|
|---|
| Jalan di Kombot Timur Bolsel Sulut Rusak Akibat Tergerus Ombak, Warga: Ini Sangat Berbahaya |
|
|---|
| Tergerus Ombak, Tanggul di Pantai Sondana Bolsel Mulai Rusak, Warga Minta Perhatian Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Suasana-haru-dan-kecewa-mewarHKHGKGK.jpg)