Breaking News
Kamis, 12 Maret 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Direktur RS Indonesia di Gaza Meninggal

Sosok Dokter Marwan al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza yang Meninggal akibat Serangan Israel

Sosok Dokter Marwan al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang meninggal akibat serangan Israel. Dedikatif dan sumber informasi utama

Editor: Frandi Piring
Dok. Instagram @dpr_ri
DOKTER - Sosok Dokter Marwan al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang meninggal akibat serangan Israel. Dedikatif dan sumber informasi utama. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok dokter Marwan al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang meninggal dunia bersama anggota keluarganya akibat serangan udara Israel yang menghantam kediamannya di sebelah barat Kota Gaza pada Rabu (2/7/2025). 

Kematian dokter Marwan, istri, dan anak-anaknya meninggalkan duka mendalam serta kerugian besar bagi upaya kemanusiaan di tengah krisis yang tak kunjung usai.

Dokter Marwan al-Sultan adalah sosok penting yang selama ini menjadi sumber informasi utama dari Gaza, terutama dalam melaporkan kondisi pilu warga Palestina di wilayah utara yang terkepung. 

Almarhum berulang kali bersuara, meminta masyarakat internasional untuk mendesak keselamatan tim medis, bahkan ketika tentara Israel mengepung atau menyerang rumah sakit.

Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sebelumnya pernah melaporkan kondisi Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara yang rusak parah akibat serangan tentara Israel pada Mei lalu. 

Di mana beberapa alat medis dilaporkan tertimpa reruntuhan akibat getaran ledakan.

Dokter Marwan al-Sultan dikenal sebagai direktur Rumah Sakit Indonesia dengan karier panjang sebagai dokter

Sosok almarhum juga dikenal sebagai konsultan kardiologi intervensional yang aktif bekerja sama dengan tim kemanusiaan internasional dari berbagai negara seperti Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Spanyol, Kanada, dan Maroko, khususnya di Gaza utara.

MER-C Indonesia mengutuk keras pembunuhan Direktur RS Indonesia oleh Israel, menggambarkan Al Sultan sebagai sosok yang berdedikasi tinggi.

Dokter Marwan al-Sultan tanpa henti memimpin RS Indonesia dalam situasi yang amat sulit, berjuang menyediakan layanan medis penting bagi rakyat Palestina, meskipun terus-menerus diancam serangan udara Israel dan menghadapi keterbatasan sumber daya yang parah.

Sebagai contoh nyata dedikasinya, pada Desember 2024, Rumah Sakit Indonesia sempat dikepung oleh Israel, memaksa seluruh staf medis dan pasien dievakuasi.

Namun, tak lama setelah pengepungan dan blokade itu, Al Sultan dengan berani kembali ke RS Indonesia untuk melanjutkan operasi selama gencatan senjata Januari 2025.

Pada Januari hingga Maret 2025, tim EMT MER-C Indonesia bahkan berkolaborasi langsung dengan Al Sultan untuk menghidupkan kembali layanan darurat dan memulihkan operasional rumah sakit secara penuh.

"Ia dikenal karena keterusterangan, spontanitas, dan kepemimpinannya yang tegas sifat-sifat yang menghiasi rapat manajemen rumah sakit, yang sering kali diisi dengan perdebatan sengit dan selalu diakhiri dengan keakraban sambil minum kopi dan makan bersama," demikian keterangan haru dari MER-C Indonesia.

Kementerian Kesehatan Gaza turut menggambarkan Al Sultan sebagai sosok yang penuh kasih sayang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved