Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

TPPO di Sulut

Tawarkan Gaji 800 Dolar per Bulan, Perusahaan Scammer Target Warga Usia Produktif 

Berbagai modus ditawarkan oleh Perusahaan Scammer (penipuan online) di Kamboja dan Thailand dalam merekrut karyawannya.

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Erlina Langi
Ferdi Guhuhuku/Tribun Manado
AMANKAN - Empat orang penumpang pesawat tujuan Jakarta diamankan oleh aparat Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado karena diduga hendak diberangkatkan secara ilegal ke Thailand untuk bekerja sebagai scammer.  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berbagai modus ditawarkan oleh Perusahaan scammer (penipuan online) di Kamboja dan Thailand dalam merekrut karyawannya.

Salah satu yang menjadi senjata ampuh mereka yaitu menawarkan gaji yang cukup menggiurkan.

Padahal tawaran gaji tinggi tersebut hanyalah tipuan belaka.

Terbaru ada empat orang warga Sulawesi Utara (Sulut) yang diamankan oleh aparat Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado karena diduga hendak diberangkatkan secara ilegal ke Thailand untuk bekerja sebagai scammer.

Keempat penumpang tersebut yakni RP (22), AG (28), FP (20), dan SFTD (25) diketahui berasal dari wilayah Minahasa dan Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Kapolsek Kawasan Bandara, Ipda Masry didampingi Kasi Humas Iptu Agus Haryono menjelaskan bahwa informasi awal diterima pada Rabu malam (11/6/2025), terkait keberangkatan sejumlah calon pekerja migran tanpa dokumen resmi. 

Mereka terdaftar sebagai penumpang penerbangan Manado–Jakarta dengan tujuan akhir Thailand.

Hasil interogasi awal mengungkap bahwa mereka dijanjikan pekerjaan di Thailand dengan gaji sebesar 800 USD per bulan oleh seseorang yang perempuan berinisial L yang saat ini berada di Thailand.

"Namun, tidak ada kejelasan mengenai identitas dan legalitas perusahaan yang akan mempekerjakan mereka," ujar Ipda Masry, Jumat (13/6/2025)

Menurutnya, pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap modus rekrutmen ilegal yang kian marak, khususnya di Sulawesi Utara

Modus yang digunakan pelaku perusahaan Scammer kerap melalui grup-grup Telegram dengan menyasar warga berusia produktif antara 20 hingga 25 tahun dan mengiming-imingi pekerjaan bergaji tinggi.

"Pihak kepolisian dan BP3MI akan terus bekerja sama dalam menelusuri jaringan perekrut serta melakukan penyelidikan mendalam untuk membongkar sindikat TPPO yang diduga beroperasi di wilayah tersebut," pungkasnya. (Edi)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved