Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan harian Kristen Markus 10:32-34, Fokus pada Kehendak Bapa

Jika Ia mengetahui apa yang akan terjadi pada diriNya mengapa Ia tidak mempersiapkan diri untuk pembelaan?

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Ilustrasi pria baca Alkitab. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul fokus pada kehendak Bapa.

Bacaan ALkitab diambil dalam kitab Markus 10:32-34.

Firman Tuhan : “dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit,” (Markus 10:34).

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yeremia 29 : 11, Menanti Dengan Penuh Harapan

Yesus memberitahukan apa yang akan terjadi pada diriNya di masa yang akan datang dengan sangat tepat.

Mulai dari akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli Taurat, akan dijatuhi hukuman mati, akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah (Romawi), akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari akan bangkit.

Jika Ia mengetahui apa yang akan terjadi pada diriNya mengapa Ia tidak mempersiapkan diri untuk pembelaan?

Mengapa Ia tidak melarikan diri agar tidak disiksa?

Sebagai manusia tentu saja Ia mengalami tekanan yang sangat hebat sehingga Ia berdoa di taman Getsemani sekiranya cawan penderitaan tersebut berlalu dariNya.

Sebagai Allah, Ia tidak menggunakan kuasa keilahianNya untuk menolak rasa sakit atau membela diriNya atau membalas mereka yang melakukan kejahatan terhadap diriNya.

Hal ini memperkuat bukti-bukti bahwa Yesus adalah Allah yang sejati, yag mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang akan datang dan Ia fokus mengerjakan rencana Allah Bapa untuk mengorbankan diriNya bagi jalan penebusan dosa.

Pelajaran penting yang dapat kita tarik dari sikap Yesus adalah focus Yesus kepada rencana dan penggenapan kehendak Allah dalam hidupNya ketika ada di muka bumi.

Fokus Yesus tidak digeserkan oleh apapun meskipun dalam tubuh manusiaNya Ia menanggung beban yang teramat sangat berat.

Namun justru di balik ketaatan dan kesediaan menanggung penderitaanNya itu membawa anugerah terbesar bagi umat manusia.

Seberapa banyak yang kita kerjakan bagi Tuhan tidak terselesaikan dengan baik karena kita lebih focus kepada pemenuhan kehendak pribadi dari pada kehendak Allah?

Tantangan terbesar dalam melayani Tuhan sebenarnya bukan datang dari luar, melainkan dari dalam diri kita sendiri.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved