Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban PAI Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 162: Aktivitas 8 Kisah Rasulullah SAW

Materinya berkaitan dengan kisah Rasulullah SAW dan pengemis Yahudi buta. Artikel ini juga memuat kunci jawabannya.

Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado
KUNCI JAWABAN - Ilustrasi. Kunci Jawaban PAI Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 162: Aktivitas 8 Kisah Rasulullah SAW 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi siswa yang ingin belajar bisa menggunakan artikel ini.

Terdapat soal-soal Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 162, karangan Iis Suryatini, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2022.

Soal tersebut berjudul Aktivitas 8.

Materinya berkaitan dengan kisah Rasulullah SAW dan pengemis Yahudi buta.

Artikel ini juga memuat kunci jawabannya.

Namun, siswa harus menjawab soal secara mandiri.

Jika kesulitan, siswa bisa meminta bantuan orang tua/wali.

Kunci Jawaban PAI Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 162: Kisah Rasulullah SAW

Aktivitas 8

Kisah Rasulullah SAW dan pengemis Yahudi Buta

Salah satu sudut di dekat pintu kota Madinah terdapat seorang pengemis buta yang sangat membenci Rasulullah SAW Dia tidak tahu bahwa selama ini orang yang tiap hari selalu datang mengunjunginya dengan membawakan makanan, menyuapi dengan penuh kasih sayang adalah Rasulullah SAW Ketika Rasulullah SAW

wafat, kepemimpinan berada di tangan Abu Bakar As-Siddiq yang bertekad untuk mengikuti tradisi, kebijakan kebijakan dan rutinitas sehari-hari Rasulullah SAW Abu Bakar bertanya putrinya Aisyah binti Abu Bakar yang juga istri Rasulullah SAW “Wahai putriku, adakah satu sunnah kekasihku (Rasulullah SAW) yang belum aku tunaikan?” tanya Abu Bakar. Aisyah pun menjawab: “Wahai ayahku, tidak ada satu sunah pun yang belum kau lakukan, kecuali satu saja, yaitu setiap pagi beliau selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang sering duduk di sana”, ungkap Aisyah

Keesokan harinya Abu Bakar pergi ke pasar menemui pengemis yang dimaksud, sambal membawa makanan, serta meminta izin untuk menyuapinya. Namun di luar dugaan, pengemis tersebut marah dan membentak. “Siapakah kamu?” Abu Bakar menjawab: “Aku ini orang yang biasa menyuapimu.” “Bukan, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, orang yang biasa mendatangiku itu selalu menghaluskan makanannya terlebih dahulu dengan mulutnya sendiri, barulah kemudian dia menyuapiku”, terang si pengemis sambil tetap menampakkan raut wajah kesal. Abu Bakar tidak kuasa menahan deraian air mata, “Aku adalah salah seorang dari sahabatnya orang tersebut yang telah tiada, dia adalah Rasulullah Muhammad SAW”.

Ilustrasi belajar.
Ilustrasi belajar. (Pexels.com/Michael Burrows)

Mendengar penjelasan Abu Bakar, pengemis terkejut lalu dia menangis keras. “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghina, memfitnah dan menjelek-jelekkan Muhammad SAW padahal belum pernah aku mendengar dia memarahiku sedikitpun. Dia yang selalu datang kepadaku Bab VI | Al-Qur’an Menginspirasi: Menjadi Khalifatullah Fil ‘Ard Penebar Kasih Sayang 163 setiap pagi dengan membawakan makanan, dia begitu mulia”. Maka dihadapan Abu Bakar as-Siddiq pengemis Yahudi buta itu mengucapkan dua kalimah syahadat, karena menyadari betapa mulianya akhlak Rasulullah SAW

Bacalah kisah inspiratif di bawah ini, kemudian diskusikan nilai apa saja yang bisa dijadikan tuntunan dalam kehidupan sehari-hari?

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved