Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Upus Ni Mama, Renungan W/KI 1 - 7 Juni 2025, Yesaya 44:1-8

Siapakah yang tidak kuatir dalam kehidupannya?  Setiap orang kuatir tentang kehidupan pribadinya

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Chintya Rantung
Chintya Rantung/Tribun Manado
UPUS NI MAMA - Renungan Wanita Kaum Ibu GMIM 1 - 7 Juni 2025. Pembacaan alkitab Yesaya 44:1-8. 

Nama Yesyurun, yang berarti jujur, tulus, dan adil, merujuk 
pada suatu kualitas moral yang benar di hadapan Allah 
atau yang dikehendaki Tuhan Allah.

Jika umat disebut demikian, itu berarti sesungguhnya Tuhan Allah telah mengubah mereka: dari umat berdosa menjadi umat yang 
hidup benar dan adil di hadapan Tuhan. 

Ketiga, ayat 3 menyatakan bahwa Tuhan akan 
mencurahkan air/hujan ke atas tanah/tempat kering, dan la akan mencurahkan Roh-Nya ke atas keturunan/anak 
cucu umat-Nya.

Teks ini menyatakan bahwa Tuhan bertindak kepada mereka yang benar-benar membutuhkan pertolongan-Nya, dan Dia akan memberikan apa yang 
dibutuhkan umat-Nya. 

Keempat, ayat 4 menyatakan bahwa karena tindakan 
Allah tersebut maka umat Allah akan bertumbuh subur 
seperti rumput di tengah air dan pohon-pohon gandarusa 
di tepi sungai.

Tindakan Allah membuat umat-Nya 
bertumbuh, bertambah banyak, dan menikmati keadaan baik dalam kehidupan mereka. 

Kelima, ayat 5 menyatakan bahwa bukan hanya umat 
Allah (Israel dan Yehuda) yang akan menyebut dirinya 
sebagai milik Tuhan, melainkan bangsa-bangsa yang lain 
pun demikian, sebab tindakan penyelamatan yang 
ditunjukkan-Nya sedemikian nyata kepada umat-Nya dan 
seluruh dunia. Hal ini juga berkaitan dengan pernyataan 
bahwa Tuhan adalah Tuhan semesta alam.

Dia bukan Allah suku, Dia bukan hanya Allah Israel, melainkan Allah atas seluruh alam semesta. 

Keenam, ayat 6 menyatakan bahwa Tuhan itu adalah Raja 
dan Penebus Israel, Dia juga adalah Tuhan semesta 
alam.

Jika Tuhan adalah Raja maka Ia adalah pemimpin 
yang senantiasa menjaga, melindungi dan mengupayakan 
segala yang baik bagi umat-Nya.

Penebus di sini merujuk 
pada tindakan Tuhan yang menebus umat-Nya dari dosa 
mereka dan menyelamatkan mereka dari pembuangan. 
Penegasan bahwa Dia adalah Tuhan semesta alam 
menyatakan bahwa Tuhan adalah Allah atas seluruh alam 
semesta, atas seluruh bangsa-bangsa. Kekuasaan bangsa
bangsa lain yang mengalahkan Israel dan Yehuda pun

akan berakhir. Hanya Tuhan Allah yang sanggup 
menolong dan menyelamatkan mereka. 
Ketujuh, ayat 7-8 menutup perikop ini dengan 
memberikan pertanyaan penting: Siapakah seperti Aku? 

Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal 
yang akan datang? Adakah Allah selain dari pada-Ku? 

Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi pertanyaan retoris 
yang tidak membutuhkan jawaban sebab jawabannya 
sudah diketahui.

Ayat 8 juga menyatakan bahwa Kamulah 
saksi-saksi-Ku! Tidak ada Gunung Batu yang lain! Umat 
disebut sebagai saksi karena mereka telah menyaksikan 
perbuatan-perbuatan Tuhan yang dahsyat dan tak 
tertandingi.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved