Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

TPPO di Sulut

Sosok 2 Polisi di Manado, Gagalkan 13 Warga Sulawesi Utara yang Diduga Jadi Korban TPPO

Dua anggota Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi menjadi garda terdepan menggagalkan keberangkatan 13 warga Sulut yang diduga jadi korban TPPO

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Chintya Rantung
Dok. Polsek Sektor Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado
TANGKAP: Polsek Bandara Samrat tangkap seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial Oz, yang baru saja tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Jumat (30/5/2025) sore. HRD Perusahaan scam di Kamboja 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam waktu kurang dari satu bulan, dua anggota polisi yang bertugas di Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado berhasil mencatat prestasi luar biasa.

Pasalnya dua anggota Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi menjadi garda terdepan menggagalkan keberangkatan 13 warga Sulawesi Utara yang diduga jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang hendak dikirim secara ilegal ke Kamboja, Thailand, dan Myanmar.

Dia anggota itu yaitu Bripka Antonius Sangkay dari Unit Reskrim dan Bripka Achmad Mulyono dari Unit Intelkam. 

Dua anggota Polsek ini mampu melakukan operasi senyap namun sigap membongkar modus perekrutan pekerja migran ilegal yang disamarkan sebagai wisatawan, dengan dokumen palsu dan janji pekerjaan fiktif melalui media sosial dan agen tak resmi.

Melalui kepekaan, pengamatan tajam, dan kerja intelijen yang mendalam, keduanya secara bertahap mencegah keberangkatan para korban di area check-in, menyelamatkan mereka dari potensi eksploitasi dan perbudakan modern di luar negeri.

 “Misi kami bukan hanya menegakkan hukum, tetapi menjaga anak bangsa agar tidak menjadi korban kejahatan lintas negara,” ujar Bripka Antonius dengan tegas, Jumat (30/5/2025).

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bagian nyata dari implementasi program prioritas nasional Astacita yang kini menjadi arah pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam aspek perlindungan WNI, ketahanan sosial, dan supremasi hukum terhadap kejahatan transnasional.

Langkah heroik kedua personel ini juga mendapat atensi positif dari masyarakat dan instansi terkait seperti BP2MI.

Mereka membuktikan sinergitas dan dedikasi di lapangan dapat menjadi benteng kuat melawan jaringan perdagangan manusia internasional.

Kini, keduanya diusulkan untuk menerima penghargaan dari institusinya atas dedikasi mereka sebagai garda depan Polri dalam pemberantasan TPPO, sekaligus simbol bahwa Bandara Sam Ratulangi bukan hanya gerbang udara Sulawesi Utara, tetapi juga benteng pelindung harkat dan martabat anak bangsa.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved