Breaking News
Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Populer Sulut

Berita Populer Sulawesi Utara Hari Ini Selasa 27 Mei 2025

Pemerintah Provinsi Sulut untuk rehabilitasi toilet sekolah di Sulut. Jumlah anggarannya Rp 9.3 Miliar. 

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
Kolase/Tribun Manado
BERITA POPULER - Kumpulan Berita Populer Sulawesi Utara Selasa 27 Mei 2025. (Kolase/Tribun Manado) 

Kata YSK, perintah kebersihan toilet juga sudah dia sampaikan kepada seluruh kepala daerah. 

"Jadi sekali lagi semua toilet yang ada di Sulut harus bersih. Kita akan menghadapi pariwisata ke depan nanti, maka kita harus ajarkan anak-anak kita sejak saat ini," jelasnya

Pengamat pemerintahan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado (Unima) Goinpeace Tumbel menilai program rehabilitasi toilet memang merupakan kewajiban 

Pemerintah Provinsi Sulut, khususnya untuk jenjang SMA/SMK.

"Ini langkah yang baik untuk meningkatkan kenyamanan belajar siswa. Tapi jangan lupa, perawatan fasilitas juga harus diperhatikan," kata dia.

Menurutnya, Sulut memang mengalami pertumbuhan dalam hal pembangunan, namun aspek pemeliharaan sering kali terabaikan. “Pembangunan banyak, tapi maintenance sering kali minim perhatian. Ini harus jadi perhatian utama ke depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan potensi penyalahgunaan anggaran dalam proyek semacam ini. Karena itu, menurutnya, perlu ada pengawasan ketat dari DPRD maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Pengawasan harus ketat, jangan sampai anggaran besar ini malah disalahgunakan. DPR dan BPK harus benar-benar aktif mengawal,” tambahnya. (ren/pet/max)

2. Jenazah Nahtasya Antou Tiba, Jovan Serahkan Diri ke Polda Sulut

TANGIS pilu keluarga dan teman-teman pecah saat peti berisi jenazah Nahtasya Antou dikeluarkan dari ruang kargo Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Senin (26/5/2025) sekitar pukul 06.45 Wita.

Ia langsung dibawa ke rumahnya di Tikala Ares, Manado.

Nahtasya meninggal di Kamboja pada 10 April 2025. Almarhumah berangkat ke negara tersebut untuk mencari penghidupan yang layak. Sayang, ia terjebak dalam bisnis penipuan daring atau online scam.

Target pekerjaan yang tinggi membuat ia tak berdaya. Ia sakit dan akhirnya meninggal. Namun, pemulangan jenazah Nahtasya terkatung-katung karena tidak cukup dana untuk biaya pemulangan. 

Teman korban sempat mengumpulkan donasi untuk membantu pemulangan. Saat donasi terkumpul sekira Rp200 juta, dana tersebut dikirimkan ke Jovan, pacar Natasha yang juga merupakan pekerja online scam. Sayang, donasi tersebut malah dipakai sendiri oleh sang pacar.

Namun, dengan upaya dari sejumlah pihak, termasuk pemerintah, jenazah Natasya akhirnya dapat dipulangkan. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved