Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Idul Adha 2025

Cerita Sugi, Peternak Sapi Limosin di Manado, Ternaknya Dilirik Istana Jelang Idul Adha 2025

Berlokasi di Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, Sugi memulai usahanya sejak 2015.

Tribun Manado/Fernando Lumowa
IDUL ADHA: Peternak sekaligus pedagang sapi, Joko Sugianto, bersama sapi-sapi Limosin miliknya di Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara, Kamis (22/5/2025). Di tengah langkanya peternak sapi Limosin di Sulawesi Utara, nama Joko Sugianto mencuat sebagai sosok yang konsisten membudidayakan jenis sapi asal Prancis itu. Berlokasi di Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, Sugi memulai usahanya sejak 2015. Ia mendatangkan sapi Limosin pertama dari kampung halamannya di Paguyaman, Gorontalo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tengah langkanya peternak sapi Limosin di Sulawesi Utara, nama Joko Sugianto mencuat sebagai sosok yang konsisten membudidayakan jenis sapi asal Prancis itu.

Berlokasi di Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, Sugi memulai usahanya sejak 2015.

Ia mendatangkan sapi Limosin pertama dari kampung halamannya di Paguyaman, Gorontalo.

Salah satu sapinya yang kini dikenal luas adalah Antasena, yang dibelinya sekitar tiga tahun lalu, seharga Rp 18 juta.

Antasena merupakan sapi jantan yang kini berbobot lebih dari 1 ton.

Kini, Antasena menjadi ikon kandang milik Sugi.

Kepada tribunmanado.co.id Sugi mengaku bahwa Antasena kini dilirik pihak Istana, untuk dijadikan hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto di momen Idul Adha tahun ini.

"Kalau jadi, Antasena akan jadi sapi kurban bantuan Presiden untuk Sulut," kata Joko, Kamis (22/5/2025).

Selain Antasena, Joko juga memelihara tiga ekor sapi Limosin lainnya, yakni Kalagondang, Gatot Kaca, dan Arjuna.

Masing-masing diberi nama khas pewayangan, dengan bobot bervariasi antara 800 kg hingga hampir 1 ton.

Menurut Sugi, selama enam tahun terakhir Olly Dondokambey, mantan gubernur Sulawesi Utara, menjadi pelanggan setianya.

"Tahun lalu Pak Olly pesan lebih dari 20 ekor. Biasanya dibagikan ke masjid-masjid dan instansi pemerintah," ujarnya.

Untuk memenuhi permintaan, Joko biasanya mengambil stok dari Paguyaman, Gorontalo, kampung halamannya.

Di sana, Limosin dibudidaya sejak lama.

Selain jadi komoditas sapi potong, tidak sedikit juga dijadikan sapi kontes untuk memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved