Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bentor di Kota Kotamobagu

Cerita Pembuat Bentor di Kotamobagu, Belasan Tahun Lewati Suka-Duka, Kini Tuai Pencapaian Hebat

Cerita Ar Tampoy, seorang pembuat Bentor di Kota Kotamobagu. Belasan tahun lewati suka-duka, kini tuai pencapaian hebat.

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Sujarpin Dondo/Tribun Manado
BENTOR - Usaha tempat pembuatan bentor bernama Pocil Hart Bentor Produk di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Cerita Ar Tampoy, seorang pembuat Bentor di Kota Kotamobagu. Belasan tahun lewati suka-duka, kini telah menuai pencapaian hebat. 

"Kalau variasi itu per unit bisa selesai 3 bulan tapi kalau kepala bentor biasa sebulan sudah bisa selesai," jelasnya. 

Ar mengaku meski mengalami penurunan permintaan dirinya akan terus menyediakan jasa pembuatan kepala bentor ini.

"Saya akan terus buka usaha ini hingga memang sudah tidak ada lagi permintaan dari pelanggan," jelasnya.

Selama menjalankan usaha ini, Ar menceritakan suka duka saat menjadi tukang pembuat kepala bentor.

"Tahun 2015 saya pernah mengalami kerugian dikarenakan banyak permintaan dan rata-rata sudah memberikan uang muka, namun tiba-tiba harga bahan untuk membuat kepala bentor naik," ucap Ar.

Kendati begitu, Ar juga tetap bersyukur karena dengan usahanya ini dirinya bisa membangun sebuah rumah untuk keluarga kecilnya.

"Dari usaha ini alhamdulilah rumah saya selesai," ucapnya.

Diketahui, bentor hingga kini masih menjadi alat transportasi umum andalan di wilayah Kota Kotamobagu.

Produksi unit bentor pun semakin lama semakin menurun.

Bentor pertama kali muncul di Kota Kotamobagu pada tahun 2000 an menggantikan taxi micro saat itu.

Bentor berkembang pesat hingga banyak pengusaha yang meminta ketersediaan bentor untuk dipakai mengais rezeki.

Tampilan yang trendi dan audio serba kencang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bentor di Kota Kotamobagu.

Meski masih menjadi alat transportasi umum di Kota Kotamobagu, ternyata jumlah produksi bentor mengalami penurunan.

Hal itu seperti yang dirasakan Ar Tampoy, salah satu pembuat kepala bentor di Kota Kotamobagu.

Namun, situasi seperti itu tidak mengendurkan semangatnya untuk terus berbisnis merancang bentor.

Untuk masyarakat, khususnya di wilayah Sulut yang belum pernah mencoba atau penasaran menumpangi bentor, jasa alat transportasi roda tiga ini dapat ditemukan di Kotamobagu hingga Bolmong Raya. (Sujarpin Dondo/TribunManado.co.id)

-

Baca juga: Bentor Masih Tetap Jadi Transportasi Andalan Warga Kotamobagu Sulawesi Utara

 

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved