Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bolsel Sulawesi Utara

2 Warga Bolsel Jadi Korban Penembakan KKB di Papua, Keluarga Harapkan Jenazah Dipulangkan 

Dari 17 korban penembakan KKB di Papua yang tewas, dua di antaranya diketahui merupakan warga Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

Penulis: Nielton Durado | Editor: Ventrico Nonutu
Tribunnews.com
EVAKUASI - Proses evakuasi korban penembakan oleh KKB di Papua. Dua korban penembakan KKB di Papua berasal dari Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Tragedi penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua Pegunungan, menyisakan duka mendalam.

Dari 17 korban yang tewas, dua di antaranya diketahui merupakan warga Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut).

Hingga Senin 14 April 2025, tim gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi 12 dari 17 jenazah korban penembakan yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Total 13 jenazah telah ditemukan, dengan 12 berhasil diidentifikasi.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa satu jenazah lainnya akan dievakuasi tergantung kondisi cuaca.

"Kami tidak akan berhenti bekerja semaksimal mungkin," kata dia, Senin 14 April 2025. 

"Para pelaku akan terus kami kejar dan ditindak tegas sesuai hukum. Aksi keji terhadap warga sipil ini tidak bisa ditoleransi,” tegas Faizal.

Peristiwa ini bermula pada 6 April 2025 sampai 9 April 2025, saat kelompok separatis TPNPB-OPM menyerang dan mengeksekusi 17 penambang emas ilegal.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengklaim bahwa para korban adalah anggota TNI yang menyamar sebagai penambang. 

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi kehadiran "imigran" dari luar Papua di wilayah Yahukimo.

Sebby juga memperingatkan agar warga non-Papua menghentikan aktivitas seperti menambang emas, menebang kayu gaharu, dan mengambil hasil hutan lainnya, serta meminta pemilik hak ulayat tunduk pada instruksi TPNPB.

Duka dari Bolsel

Di tengah suasana duka, keluarga korban di Bolsel masih berupaya menerima kenyataan pahit.

Holan Botutihe, keluarga dari dua korban asal Bolsel, mengungkapkan bahwa para korban telah merantau ke Papua sejak tahun lalu.

“Mereka sudah satu tahun di sana,” ungkap Holan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved