Penemuan Mayat di Malalayang
Identitas Penjaga Kost di Malalayang Sulawesi Utara yang Ditemukan Tewas, Diduga Akibat Sakit
Korban diketahui berinisial DS (60), seorang pria asal Kelurahan Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kota Bekasi.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.COM - Berikut ini identitas Lansia penjaga kost di Malalayang Sulawesi Utara yang ditemukan tewas.
Warga Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam sebuah kamar kost pada Sabtu pagi, 12 April 2025, sekitar pukul 08.10 Wita.
Korban diketahui berinisial DS (60), seorang pria asal Kelurahan Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kota Bekasi.
Almarhum diketahui bekerja sebagai penjaga kost di lokasi tersebut.
Baca juga: Breaking News, Seorang Lansia Penjaga Kost di Malalayang Sulawesi Utara Ditemukan Tewas
Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, menjelaskan bahwa mayat DS pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama NM (32), yang saat itu sedang bersiap memulai pekerjaan pengecatan di area kost.
“NM saat itu hendak mengambil air minum di ruang depan, namun mendapati korban dalam posisi terlentang dan tidak sadarkan diri. Ia kemudian segera menghubungi HK (25), kerabat pemilik kost, untuk melaporkan temuan tersebut,” ujar Iptu Agus pada Senin (14/4/2025).
Dari keterangan saksi lain, AS (52), warga sekitar sempat melihat DS masih beraktivitas di pagi hari.
“Sekitar pukul 05.30 Wita, korban terlihat sedang menyapu halaman. Tapi pada pukul 08.00 Wita, AS mengaku mendengar suara benturan dari dalam kamar kost, namun tidak berani mendekat,” tambahnya.
Tak lama setelah laporan masuk, pihak Polsek Malalayang langsung bergerak ke lokasi.
Garis polisi dipasang dan tim identifikasi dari Polresta Manado tiba di tempat kejadian pada pukul 09.20 Wita untuk melakukan pemeriksaan awal.
Tim dari Dokpol RS Bhayangkara pun tiba sekitar pukul 11.00 Wita dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Tim dari Dokpol RS Bhayangkara turut tiba pada pukul 11.00 Wita untuk mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Manado.
"Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di sekitar tubuh korban ditemukan kotoran (tinja), diduga korban mengalami kondisi medis sebelum meninggal. Pihak keluarga yang telah dihubungi melalui telepon menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah," pungkasnya.
Di sekitar lokasi, petugas menemukan bekas kotoran (tinja), yang menguatkan dugaan bahwa korban mengalami gangguan medis sebelum meninggal.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.