Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ilmuwan Identifikasi Perubahan Gen Sel Imun Melawan Kanker

Para ilmuwan di Weizmann Institute menemukan bahwa menonaktifkan gen Zeb2 mengubah sel imun dari membantu kanker menjadi menyerangnya.

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/shutterstock
MACROPHAGES - Ilustrasi macrophages. Para ilmuwan di Weizmann Institute menemukan bahwa menonaktifkan gen Zeb2 mengubah sel imun dari membantu kanker menjadi menyerangnya 

Analisis lebih lanjut mengungkap cara kerja Zeb2. “Zeb2 membuka semua gen protumor dalam makrofag dan menutup semua gen antitumor. Dengan menghilangkannya, kita bisa memperoleh efek sebaliknya,” imbuhnya.

Percobaan laboratorium dan model tikus mengonfirmasi temuan tersebut. Membungkam Zeb2 memprogram ulang makrofag menjadi pejuang kanker. "Kami juga melakukan analisis lain terhadap data dari pasien manusia dan menemukan bahwa pasien dengan ekspresi Zeb2 yang tinggi memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengidap kanker yang lebih agresif," catat Sheban. 

Untuk menerjemahkan penemuan ini menjadi terapi, para peneliti bermitra dengan Prof. Marcin Kortylewski dari City of Hope National Medical Center di California. Kortylewski mengembangkan molekul DNA unik yang dirancang untuk ditelan oleh makrofag. "Kami menggunakan molekul ini sebagai umpan dan menghubungkannya ke molekul RNA pembungkaman kecil. Setelah ditelan oleh makrofag, molekul RNA tersebut membungkam gen Zeb2 secara khusus," kata Sheban.

Terapi ini diuji pada tikus yang mengidap tumor kandung kemih. Para peneliti menyuntikkan molekul tersebut ke area tumor dan mengamati bahwa molekul tersebut memprogram ulang makrofag untuk menyerang kanker, yang menyebabkan tumor menyusut secara signifikan.

“Kini tujuannya adalah mengembangkan pendekatan ini menjadi pengobatan kanker baru bagi manusia,” kata Amit. “Studi kami juga menunjukkan bagaimana teknologi canggih dapat memberikan pemahaman mendalam dan beresolusi tinggi tentang cara berbagai pelaku sistem imun berfungsi dalam berbagai penyakit, dan bagaimana pemahaman ini berpotensi menjadi dasar terapi baru bagi pasien.” (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved