Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tambang Emas Ilegal

Sempat Dihentikan DLH dan Polres Bolmong, Tambang Emas Ilegal Oboi Kini Beraksi Lagi 

Padahal, aktivitas tambang ini sebelumnya sudah dihentikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Polres Bolmong.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Erlina Langi
Tribun Manado Nielton Durado.
TAMBANG - Aktivitas tambang emas ilegal di perkebunan Oboi desa Ponompian, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolmong. 

TRIBUNMANADO.COM, LOLAK -- Tambang Emas Ilegal yang ada di perkebunan Oboi, desa Ponompian, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Sulawesi Utara (Sulut), kembali beraktivitas.

Padahal, aktivitas tambang ini sebelumnya sudah dihentikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Polres Bolmong.

Namun, tambang emas ilegal tersebut ternyata kembali beraktivitas.

Menurut sumber Tribunmanado.com, tambang emas ilegal di perkebunan Oboi Bolmong didalangi oleh investor dari China.

"Investornya dari China. Sudah ada alat berat yang beraktivitas lagi," ungkapnya via telepon, Senin 7 April 2025.

Ia membeberkan ada beberapa WNA China yang terlihat di lokasi pertambangan emas ilegal Oboi

"Ada sekitar empat orang WNA China, bahkan sudah ada dari Imigrasi Kotamobagu yang mengecek," ungkapnya.

"Tapi katanya mereka punya legalitas," ucap dia.

Dirinya membeberkan bahwa aktivitas tambang emas ilegal di perkebunan Oboi Bolmong memang sempat terhenti.

"Sempat terhenti karena ada tim dari DLH dan Polres Bolmong yang tutup aktivitasnya," kata dia.

"Tapi kami tak tahu kenapa saat ini pertambangannya kembali aktif," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Imigrasi (Kanim) Kotamobagu Harapan Nasution membenarkan ada WNA di tambang emas ilegal Oboi, Kabupaten Bolmong.

"Iya betul ada. Tapi secara legalitas mereka punya izin yakni Kitas," ujarnya.

"Kalau soal ilegal, itu bukan wewenang kami," tegas dia.

Sementara itu, Kapolres Bolmong AKBP Lido Retro Antoro belum memberikan respon ketika dimintai tanggapan terkait aktivitas tambang emas ilegal di Oboi.

Kadis DLH Bolmong Aldi Pudol pun ketika dikonfirmasi via telepon dan WhatsApp sama sekali tak memberikan respon. (Nie)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved