Sabtu, 23 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wall Street: Saham Tesla dan Pasar Asia Anjlok

Wall Street mengikuti pasar global yang turun di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penerapan tarif terbaru pemerintahan Trump akhir minggu ini.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Reuters/Manami Yamada
SAHAM - Pejalan kaki berjalan melewati layar yang menampilkan rata-rata saham Nikkei Jepang di luar kantor pialang Tokyo. Wall Street mengikuti pasar global yang turun di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penerapan tarif terbaru pemerintahan Trump akhir minggu ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Wall Street mengikuti pasar global yang turun di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penerapan tarif terbaru pemerintahan Trump akhir minggu ini.

Kontrak berjangka untuk S&P 500 turun 1,2 persen, sementara kontrak berjangka untuk Dow Jones Industrial Average turun 0,7 persen. Kontrak berjangka untuk Nasdaq, tempat banyak perusahaan AS terbesar diperdagangkan, anjlok 1,6 persen.

Sementara itu, kesengsaraan Tesla berlanjut saat perusahaan mobil listrik milik Elon Musk merosot 6,1 persen.

Tesla turun 42 persen sejak Trump menjabat pada 20 Januari, dengan kerugian sebagian didorong oleh persepsi publik atas pengawasan Musk terhadap Departemen Efisiensi Pemerintah baru yang memangkas pengeluaran pemerintah.

Pasar Asia Anjlok

Pasar saham Asia merosot, didorong oleh kekhawatiran atas tarif AS yang akan mulai berlaku minggu ini.

Banyak negara yang mengalami surplus perdagangan dengan AS dan sangat bergantung pada manufaktur ekspor berada di Asia, kata Stephen Innes dari SPI Asset Management dalam sebuah komentar.

“Asia adalah titik nol. Dari 21 negara yang diawasi USTR (Perwakilan Dagang AS), sembilan berada di Asia,” katanya.

Melaporkan dari ibu kota China, Beijing, Katrina Yu dari Al Jazeera mengatakan investor di seluruh Asia bersiap menghadapi “apa yang disebut tarif Hari Pembebasan” Trump yang diharapkan “akan mulai berlaku pada hari Rabu dan menyebabkan lebih banyak gejolak pasar saham”.

“Pasar di Indonesia, Malaysia, dan Singapura tutup karena hari libur umum, tetapi di tempat lain di seluruh wilayah semuanya berakhir lebih rendah,” kata Yu.

Indeks acuan Tokyo turun 4,1 persen menjadi 35.617,56, sementara Hang Seng di Hong Kong turun 1,3 persen menjadi 23.119,58. Indeks Komposit Shanghai turun 0,5 persen menjadi 3.335,75.

Di Korea Selatan, Kospi turun 3 persen menjadi 2.481,12, sementara S&P/ASX 200 Australia turun 1,7 persen, ditutup pada 7.843,40. Taiex Taiwan turun 4,2 persen.

Momen bagi Eropa

Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan penerapan tarif AS yang diharapkan pada tanggal 2 April berarti Eropa harus lebih mengendalikan masa depannya.

"Saya telah mencoba menggambarkan ini sebagai momen bagi Eropa kita ... dan saya melihatnya sebagai awal dari langkah menuju kemerdekaan," kata Lagarde dalam sebuah wawancara di radio France Inter.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved