Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Apa Penyebab Gempa Bumi Dahsyat di Myanmar dan Thailand?

Letak Myanmar di antara dua lempeng tektonik – lempeng India dan Eurasia – menempatkannya pada risiko gempa bumi tertentu.

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Stringer/Reuters
MIRING - Pengendara melewati bangunan yang rusak setelah gempa bumi dahsyat melanda Myanmar bagian tengah, di Mandalay, Myanmar, pada 28 Maret 2025. Letak Myanmar di antara dua lempeng tektonik – lempeng India dan Eurasia – menempatkannya pada risiko gempa bumi tertentu. 

Di ibu kota Thailand, Bangkok, sebuah gedung pencakar langit 33 lantai yang masih dalam tahap pembangunan runtuh, menewaskan sedikitnya delapan orang dan menjebak puluhan pekerja konstruksi di bawah reruntuhan.

Di Mandalay, Myanmar, bangunan-bangunan roboh, istana kerajaan rusak, dan Jembatan Ava yang dibangun di jalan dan rel kereta api runtuh. Kerusakan juga terjadi di ibu kota modern, Naypyidaw, dan bekas ibu kota, Yangon. Media pemerintah mengatakan sedikitnya 144 orang tewas di seluruh negeri.

USGS memperkirakan bahwa hampir 800.000 orang di Myanmar mungkin berada dalam zona guncangan paling dahsyat, dengan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat tajam selama beberapa hari mendatang.

Gempa bumi terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal – hanya 10 km (enam mil).

Dr Ian Watkinson, dari Departemen Ilmu Bumi di Royal Holloway, Universitas London, seperti dikutip oleh Science Media Centre, mengatakan bahwa gempa bumi dangkal dapat menimbulkan banyak kerusakan, mengingat "energi seismik tidak banyak hilang pada saat mencapai permukaan".

Sementara beberapa wilayah di dunia yang berada di sepanjang garis patahan aktif, termasuk California dan Jepang, memiliki kode bangunan yang dirancang untuk menahan gempa bumi, infrastruktur di wilayah yang dilanda gempa hari Jumat kurang dilengkapi dengan baik.

Seperti yang dikatakan Watkinson, Myanmar telah mengalami “urbanisasi yang pesat”, dengan “ledakan pembangunan gedung-gedung tinggi yang terbuat dari beton bertulang”.

Ia yakin gempa bumi hari Jumat dapat menimbulkan tingkat kerusakan yang sebanding dengan gempa berkekuatan 7,8 skala Richter tahun 2023 di Turki selatan, di mana banyak bangunan runtuh setelah bertahun-tahun konstruksi yang tidak diatur. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved