Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Myanmar dan Thailand

Update Gempa Dahsyat Magnitudo 7,7 SR Myanmar dan Thailand: 1.002 Tewas, 2.400 Lainnya Terluka

Menurut pernyataan junta militer yang berkuasa, setidaknya 1.002 orang tewas dan hampir 2.400 lainnya terluka di Myanmar akibat gempa ini.

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
AFP/SAI AUNG MAIN
GEMPA DASHYAT: Kolase foto bangunan runtuh akibat gempa. Alat berat konstruksi digunakan untuk menggali reruntuhan saat orang-orang mencari korban selamat di sebuah bangunan yang rusak di Mandalay pada 29 Maret 2025, sehari setelah gempa bumi melanda Myanmar bagian tengah. Tim penyelamat menggali reruntuhan bangunan yang runtuh pada 29 Maret dalam pencarian korban selamat setelah gempa Myanmar dan gempa Thailand menewaskan lebih dari 1.000 orang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada Jumat, 28 Maret 2025, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang barat laut Kota Sagaing di Myanmar tengah. 

Gempa dangkal ini menyebabkan kerusakan parah, dengan bangunan hancur, jembatan roboh, dan jalan-jalan melengkung di seluruh Myanmar.

Kota Mandalay, yang merupakan kota terbesar kedua di negara itu dan dihuni oleh lebih dari 1,7 juta orang, juga terkena dampaknya dengan kerusakan yang cukup besar.

Hingga kini, tim penyelamat masih berupaya mencari korban yang terjebak di bawah puing-puing bangunan runtuh, baik di Myanmar maupun Thailand.

Baca juga: Harga Emas Naik Lagi Lumayan Sabtu 29 Maret 2025, Jadi Segini Per Gram

Menurut pernyataan junta militer yang berkuasa, setidaknya 1.002 orang tewas dan hampir 2.400 lainnya terluka di Myanmar akibat gempa ini.

Di Thailand, gempa yang sama juga menyebabkan kerusakan, dengan setidaknya 10 orang dilaporkan tewas di Bangkok.

Namun, akibat terganggunya jalur komunikasi, skala bencana baru mulai terungkap, dan jumlah korban diperkirakan masih akan meningkat secara signifikan.

Menurut para ahli geologi, gempa ini merupakan yang terbesar yang melanda Myanmar dalam beberapa dekade terakhir.

Bahkan, getarannya terasa cukup kuat hingga merusak bangunan di Bangkok, yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa.

Di Mandalay, wartawan AFP melaporkan, sebuah pagoda Buddha yang sudah berusia berabad-abad hancur menjadi puing-puing akibat gempa tersebut.

Salah seorang tentara yang berada di pos pemeriksaan di luar pagoda menceritakan, “Pagoda itu mulai berguncang. Biara itu juga runtuh. Seorang biksu meninggal, beberapa orang terluka, dan kami berhasil menarik beberapa orang keluar untuk dibawa ke rumah sakit.”

Seorang petugas yang bertugas di bandara setempat juga melaporkan, “Bandara ini telah ditutup sejak kemarin. Langit-langitnya runtuh, tetapi untungnya tidak ada korban.”

Kerusakan di bandara ini tentu akan mempersulit upaya bantuan ke daerah-daerah yang terdampak.

Terlebih lagi, Myanmar yang tengah dilanda konflik akibat perang saudara pasca-kudeta militer pada 2021, juga mengalami kerusakan signifikan pada layanan penyelamatan dan sistem kesehatan mereka.

Dengan situasi yang masih berkembang dan komunikasi yang terganggu, tim penyelamat terus bekerja keras untuk menyelamatkan korban dan menilai kerusakan yang ada.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved