Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

AS Bombardir Puluhan Target Houthi di Yaman

Serangan udara AS menghantam lebih dari 40 lokasi di Yaman, termasuk di Sanaa dengan sedikitnya tujuh orang terluka.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/AP
PERIKSA - Petugas keamanan memeriksa lokasi yang dilaporkan terkena serangan udara AS semalam di Sanaa, Yaman. Serangan udara AS menghantam lebih dari 40 lokasi di Yaman, termasuk di Sanaa dengan sedikitnya tujuh orang terluka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Sanaa - Serangan udara AS menghantam lebih dari 40 lokasi di Yaman, termasuk di Sanaa dengan sedikitnya tujuh orang terluka.

Serangan udara Amerika Serikat telah menghantam lebih dari 40 lokasi di seluruh wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, termasuk di ibu kota, Sanaa, menurut media lokal yang berafiliasi dengan kelompok pemberontak tersebut.

Beberapa rumah tinggal dan toko rusak akibat serangan AS sebelum fajar pada hari Jumat di provinsi Saada, Marib, al-Jawf dan Hodeidah, demikian laporan lembaga penyiaran Al Masirah yang berafiliasi dengan Houthi.

Target lainnya termasuk Bandara Internasional Sanaa, yang digunakan untuk lalu lintas sipil dan militer, dan daerah pegunungan di utara Sanaa di Amran, tempat kamp militer dan instalasi lainnya diyakini berada.

Setidaknya tujuh orang terluka di seluruh negeri akibat serangan AS, termasuk setidaknya satu orang di Sanaa, Al Masirah melaporkan. Al Masirah juga mengatakan bahwa jaringan komunikasi terputus setelah serangan tersebut.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), yang sekarang memiliki kewenangan dari Gedung Putih untuk menyerang Yaman tanpa persetujuan terlebih dahulu, tidak segera mengakui telah melakukan serangan apa pun.

Kampanye serangan udara baru, yang menurut pihak Houthi telah menewaskan sedikitnya 57 orang, dimulai setelah pemberontak mengancam akan memulai kembali penargetan kapal-kapal di Laut Merah atas pemblokiran Israel terhadap bantuan yang memasuki Jalur Gaza selama hampir sebulan.

Perang Dihindari

Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman Hans Grundberg pada Kamis malam menekankan kebutuhan mendesak akan perdamaian setelah satu dekade konflik di negara yang dilanda perang itu, menegaskan bahwa stabilitas sangat penting tidak hanya untuk Yaman tetapi juga untuk seluruh kawasan.

"Dimulainya kembali perang skala penuh di Yaman tidak menguntungkan siapa pun dan harus dihindari," katanya saat berkunjung ke Brussels, kantornya mengutip pernyataannya dalam sebuah posting di X.

Grundberg mencatat bahwa diplomasi adalah kunci de-eskalasi, menyerukan dialog dan komitmen bersama di antara semua pihak.

“Sangat penting bagi masyarakat internasional untuk terus mengambil tindakan terpadu guna memastikan solusi yang damai dan berkelanjutan bagi rakyat Yaman,” imbuhnya dikutip Al Jazeera.

Houthi yang bersekutu dengan Iran telah melancarkan lebih dari 100 serangan yang menargetkan kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden sejak November 2023, menyusul perang Israel di Gaza yang dimulai pada Oktober tahun itu, dengan mengatakan serangan itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di daerah kantong tersebut.

Selama periode itu, para pejuang menenggelamkan dua kapal, menyita satu kapal lain, dan menewaskan sedikitnya empat pelaut dalam serangan yang mengganggu pengiriman global, memaksa perusahaan untuk mengubah rute ke perjalanan yang lebih jauh dan lebih mahal di sekitar Afrika Selatan.

Houthi juga melancarkan puluhan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke Israel, menewaskan sedikitnya satu orang dan menyebabkan kerusakan pada bangunan, termasuk sebuah sekolah di Tel Aviv. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved