Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Studi: Anjing Benar-benar Penyelamat Hidup

Mulai dari mengurangi kecemasan dan kesepian hingga membantu rehabilitasi dan meningkatkan kesehatan mental.

Editor: Arison Tombeg
TM/shutterstock
RILEKS - Tidur dengan anjing. Mulai dari mengurangi kecemasan dan kesepian hingga membantu rehabilitasi dan meningkatkan kesehatan mental 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mulai dari mengurangi kecemasan dan kesepian hingga membantu rehabilitasi dan meningkatkan kesehatan mental, para peneliti menemukan bahwa anjing memainkan peran penting dalam kesejahteraan manusia.

Peneliti dari University of Sydney melacak individu yang belum pernah memiliki anjing sebelumnya, membandingkan mereka yang baru saja mengadopsi anjing dengan mereka yang tidak. Selama sekitar tiga bulan, indikator kesehatan mental (misalnya, perasaan bahagia, cemas, kesepian) dievaluasi sebelum dan setelah adopsi melalui kuesioner terstruktur.

Mereka menemukan bahwa pengadopsi anjing melaporkan adanya penurunan rasa kesepian dan peningkatan kepuasan hidup secara keseluruhan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak mengadopsi anjing

Dikutip YNet, para peneliti di Universitas Bern di Swiss mengukur aktivitas otak (EEG) selama berinteraksi dengan seekor anjing. Peserta, yang sebelumnya tidak mengenal anjing tersebut, diminta untuk membelai dan bermain dengannya selama 15 menit.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan "gelombang alfa" di otak, yang merupakan ciri keadaan rileks dan kewaspadaan yang tenang, pada tingkat yang lebih tinggi dari yang diharapkan. Temuan tersebut, yang bahkan mengejutkan para peneliti, menunjukkan kemampuan tubuh yang cepat untuk memasuki keadaan rileks yang mendalam sebagai respons terhadap kontak dengan seekor anjing

Para peneliti dari Wright State University di Amerika Serikat melakukan wawancara dengan ratusan pemilik anjing (dan kucing), menanyakan tentang kedekatan dan rasa aman yang diberikan hewan peliharaan mereka serta strategi mereka untuk mengatasi stres.

Sebagian besar responden yang memelihara hewan peliharaan menunjukkan tingkat ketahanan mental yang lebih tinggi dan kemampuan yang lebih besar untuk menangani situasi yang menegangkan. Studi tersebut menunjukkan bahwa banyak pemilik hewan peliharaan memandang anjing atau kucing mereka sebagai jangkar emosional, yang sebanding dengan anggota keluarga atau teman dekat. 

Para peneliti di University of South Florida memulai sebuah program di sekolah dasar tempat anak-anak dengan kesulitan belajar dan hambatan emosional membacakan buku untuk anjing yang terlatih, bukan guru.

Anak-anak yang cenderung menghindari membaca di kelas menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang signifikan, dan beberapa bahkan mulai membaca secara sukarela di rumah. Para peneliti mengaitkan hal ini dengan fakta bahwa anjing tidak "menghakimi," dan anak di samping anjing tidak takut membuat kesalahan. Dalam penelitian serupa di University of Colorado, sesi membaca dilakukan dengan anak-anak yang gagap. Ketika anak-anak membaca untuk seekor anjing, 30 persen penurunan gagap diamati dibandingkan dengan membaca untuk terapis manusia.

Sebuah proyek yang diluncurkan di Universitas Illinois sekitar 17 tahun lalu mengintegrasikan narapidana ke dalam pelatihan anjing terlantar yang diselamatkan dari tempat penampungan. Para narapidana belajar merawat dan melatih anjing-anjing tersebut untuk diadopsi di masa mendatang. Hasilnya luar biasa: narapidana yang berpartisipasi dalam proyek tersebut melaporkan peningkatan harga diri, pengurangan pelanggaran disiplin, dan peningkatan motivasi untuk rehabilitasi. Banyak juga yang menyatakan bahwa ikatan dengan anjing meningkatkan rasa empati mereka.

Setelah keberhasilan penelitian tersebut, program serupa dijalankan di Penjara Hermon di Israel, tempat anjing tinggal bersama para tahanan dan dilatih oleh mereka. Pada saat yang sama, fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat adopsi anjing bagi penduduk utara. 

Proyek tersebut disebut "Rehabilitasi Bersama", karena kedua tahanan mendapatkan manfaat dari hasil yang sama yang diamati dalam penelitian tersebut, dan anjing-anjing, yang memperoleh rasa memiliki, mengalami lebih sedikit kesepian dan beradaptasi lebih cepat dengan rumah tempat mereka diadopsi nanti.

Sebuah pusat medis di Toronto melakukan eksperimen terkontrol dengan pasien nyeri kronis. Setengah dari peserta menerima "protokol pengalih perhatian" yang hanya melibatkan terapis manusia, sementara setengah lainnya berinteraksi dengan anjing terlatih sebagai bagian dari pengalihan perhatian mereka. 

Kelompok dengan anjing tidak hanya melaporkan pengurangan sementara dalam intensitas nyeri tetapi juga mengalami peningkatan signifikan dalam suasana hati dan kemampuan untuk terlibat dalam percakapan yang tenang selama perawatan.

Efek ini bertahan selama beberapa jam setelah sesi terapi. Para peneliti di University of Guelph di Kanada mengamati pasien yang menderita serangan kecemasan berulang. Mereka membekali pasien dengan buku harian digital dan sensor detak jantung untuk memantau respons tubuh dan perasaan tertekan saat anjing mendekat untuk mendukung mereka selama serangan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved