Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Serangan Israel terhadap Rumah Sakit di Gaza Menewaskan Pemimpin Hamas

Serangan udara Israel terhadap sebuah rumah sakit di Gaza selatan telah menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang pejabat senior Hamas.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
TM/Al Jazeera
TERBAKAR - Tangkapan layar rumah sakit terbakar di Gaza. Serangan udara Israel terhadap sebuah rumah sakit di Gaza selatan telah menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang pejabat senior Hamas. 

"Saya mengoperasinya. Saya kira pada tanggal 18 Maret, saya melakukan operasi perut. Dia mungkin akan pulang besok, tetapi sekarang dia sudah meninggal," kata Sidhwa kepada Al Jazeera.

Sidhwa mengatakan bangsal bedah untuk pasien pria telah hancur dan perlu dibangun kembali sepenuhnya.

“Seluruh rumah sakit sekarang berbau asap,” katanya.

“Seluruh sistem kelistrikan [bangsal] hancur. Setiap pintu terlepas dari engselnya. Sebagian besar jendela pecah. Langit-langit runtuh. Tidak dapat digunakan sama sekali. Harus dibongkar dan diperbaiki.”

Sidhwa mengkritik pasukan Israel karena menargetkan rumah sakit tersebut.

"Benjamin Netanyahu baru-baru ini sakit. Ya, dia dituduh melakukan genosida. Tidak ada yang mengira Hamas dapat mengebom rumah sakit karena Benjamin Netanyahu kebetulan pergi ke sana. Itu gila," kata Sidhwa.

"Itu benar-benar gila. Anda tidak mengebom rumah sakit. Semua orang tahu itu."

Pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 600 orang sejak melanjutkan serangan mereka di daerah kantong itu, termasuk puluhan orang dalam 24 jam terakhir, menurut pejabat kesehatan Palestina.

Pada hari Minggu, jumlah korban tewas resmi di Gaza sejak dimulainya perang telah mencapai 50.000, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sebuah angka yang menurut banyak ahli kemungkinan besar kurang dari jumlah sebenarnya. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved