Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Ekstrem di Manado

2 Hal Paling Dibutuhkan Warga Manado yang Saat Ini Jadi Korban Banjir

sebagian korban banjir berada di lokasi pengungsian sementara, sebagian lagi bertahan di rumah atau mengungsi ke rumah tetangga

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Ferdi Guhuhuku
BANJIR: DAS Tondano di Ketang Baru, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (22/3/2025). Berikut ini adalah 2 hal yang paling dibutuhkan warga yang jadi korban banjir Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Manado Sulawesi Utara dikepung banjir.

Genangan air berujung banjir terjadi di sejumlah titik di Kota Manado.

Ketinggian air beragam.

Ada yang hanya sampai paha orang dewasa.

Namun ada juga yang sudah lewat dada orang dewasa.

Akibat banjir, warga yang terdampak tidak bisa memasak makanan.

Karena kondisi ini korban banjir di Manado membutuhkan bantuan makanan siap saji dan air minum. 

Saat ini sebagian korban banjir berada di lokasi pengungsian sementara, sebagian lagi bertahan di rumah atau mengungsi ke rumah tetangga. 

Makanan siap makan dan minuman paling dibutuhkan para korban banjir.

"Saat ini makanan dan air mineral, itu yang utama," kata Lurah Paal Dua, Kecamatan Paal Dua Manado, Martinus Genohong, Sabtu (22/3/2025) petang. 

Martinus saat berada di Dapur Umum GMIM Sion Ranomuut bilang, warga korban banjir tidak bisa memasak.

"Karena itu kita segera operasikan dapur umum," kata Martinus.

Dikatakannya ada 200 lebih Kepala Keluarga (KK) dengan rincian 814 jiwa yang jadi korban banjir di Paal Dua. 

"Sebagian besar di rumah tapi mereka tidak bisa apa-apa," katanya. 

Adapun dapur umum di Paal Dua dibuka di GMIM Sion, GMIM Betlehem dan GMIM Efrata serta GMIM Yerusalem. "Dari gereja disalurkan ke keluarga," ujarnya. 

Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Sion Ranomuut, Pdt Meike Kindangen STh bilang, jemaat terdampak banjir 435 jiwa. "Hampir 200 kepala keluarga," katanya. 

Dapur umum sekaligus Posko Bencana juga didirikan di Wale Bumotik GMIM Bukit Moria Tikala Baru. 

Dapur umum ini dikoordinir Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Bukit Moria Tikala Baru. 

"Dari dapur ini kita suplai makanan untuk 547 jiwa. Dapur ini kita buka kemarin," jelas Pdt Dengah. 

Katanya, selain jemaat, dapur umum itu melayani korban lintas denominasi gereja. Termasuk 30-an korban umat Muslim yang tengah berpuasa. 

Pemkot Manado pun membuka pos pelayanan kesehatan untuk korban bencana banjir, Sabtu (22/3/2025).

Informasi yang dihimpun tribunmanado.co,id, pos dibuka di delapan lokasi.

Ada di GPDI Eden Paal Dua, GMIM Yarden Dendengan Dalam, GMIM Efrata Paal Dua, GMIM Yerusalem Paal Dua.

Kemudian Masjid Ar Rahmah Banjer, Masjid Miftahul Jannah Ternate Baru, Aula Balitka Kairagi 2 dan Masjid Darul Arqom Ternate Tanjung.

Sejumlah wilayah terendam, diantaranya Paal Dua, Komo Luar, Perkamil, Ternate Tanjung, Ketang Baru, Bailang, Mahawu, Tikala, Banjer dan lainnya.

Para korban banjir berpotensi terserang aneka penyakit.

Seperti flu, demam tinggi, hipertensi dan gatal - gatal.

Kondisi cuaca ekstrem dua hari terakhir ini sesuai peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. 

BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. 

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Dhira Utama mengungkapkan, sesuai peringatan dini prediksi cuaca tiga harian, hujan lebat bakal melanda Sulut selang Jumat hingga Minggu (21-23/3/2025). 

"Masyarakat perlu berhati-hati ketika beraktivitas karena kondisi cuaca yang ekstrem," ujarnya, Sabtu 22 Maret pagi. 

Warga Manado Diminta Siaga Bencana, Hindari Pohon, Tiang Listrik, Daerah Rawan Banjir dan Longsor

Warga Manado, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan siaga bencana karena kondisi cuaca yang tidak stabil dan potensi bencana yang tinggi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Manado Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem.

Warga diminta siaga dan waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, banjir, pohon tumbang, angin puting beliung, dan gelombang tinggi.

Dari rilis yang diterima Tribunmanado.com, ada empat imbauan yang diberikan.

Pertama menghindari daerah rawan longsor dan banjir.

Kedua hindari melaut atau pergi ke pantai saat terjadi gelombang tinggi.

Kemudian hindari pepohonan yang besar dan tiang listrik.

Pengertian prakiraan cuaca

Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.

Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer. (Art/Ndo/Ind)

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved