Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Eropa Menyusun Rencana Gantikan AS di NATO

Anggota NATO berusaha menghindari kemungkinan kekacauan jika AS mengumumkan penarikannya dari blok militer transatlantik.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Reuters/Christian Hartmann
NATO - Presiden AS Donal Trump. Para pemimpin Eropa dilaporkan ingin menyampaikan rencana tersebut kepada AS menjelang pertemuan puncak tahunan para pemimpin NATO di Den Haag pada bulan Juni. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Brussels - Anggota NATO berusaha menghindari kemungkinan kekacauan jika AS mengumumkan penarikannya dari blok militer transatlantik.

Kekuatan militer terbesar Eropa sedang menyusun rencana untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas pertahanan benua itu dari Amerika Serikat, termasuk mengajukan tawaran kepada pemerintahan Presiden Donald Trump, untuk transfer terkelola selama lima hingga 10 tahun ke depan, menurut laporan baru.

Kerajaan Inggris, Prancis, Jerman dan negara-negara Nordik termasuk di antara mereka yang terlibat dalam diskusi informal tetapi terstruktur yang akan membentuk kembali blok keamanan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO), surat kabar The Financial Times melaporkan pada hari Kamis, mengutip empat pejabat Eropa yang terlibat.

Berita itu juga muncul ketika Bloomberg News melaporkan pada hari Jumat bahwa NATO akan meminta Eropa dan Kanada untuk meningkatkan persediaan senjata dan peralatannya sebesar 30 persen, di tengah pertikaian politiknya dengan AS dan ancaman berulang Trump untuk menarik diri dari blok tersebut.

Menurut laporan FT, pembicaraan tersebut merupakan upaya untuk menghindari kemungkinan kekacauan jika AS secara sepihak menyatakan penarikannya dari aliansi keamanan transatlantik yang telah melindungi Eropa selama 80 tahun terakhir.

Pihak Eropa dilaporkan ingin menyampaikan rencana tersebut kepada AS menjelang pertemuan puncak tahunan para pemimpin NATO di Den Haag pada bulan Juni.

Peran AS

Saat ini, AS menyumbang 15,8 persen dari pengeluaran tahunan NATO sebesar 3,5 miliar dolar. AS juga mengerahkan sekitar 80.000 hingga 100.000 tentara di seluruh Eropa, sehingga perannya sangat penting bagi keamanan benua tersebut.

Negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Inggris telah mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan anggaran pertahanan dan investasi militernya.

Mengutip pernyataan pejabat pemerintah, laporan FT menyatakan bahwa akan dibutuhkan waktu sekitar lima hingga 10 tahun peningkatan pengeluaran untuk meningkatkan kemampuan Eropa ke tingkat “yang dapat menggantikan sebagian besar kompetensi AS”.

"Meningkatkan pengeluaran adalah satu-satunya cara yang kita miliki: berbagi beban dan mengalihkan ketergantungan dari AS," kata salah satu pejabat seperti dikutip FT. "Kami sedang memulai pembicaraan tersebut, tetapi ini adalah tugas yang sangat besar sehingga banyak yang kewalahan dengan skalanya."

Namun, laporan itu mengatakan bahwa beberapa pejabat masih percaya bahwa Trump hanya berbasa-basi, dan bahwa ia tidak benar-benar berniat untuk membuat perubahan signifikan dalam aliansi tersebut. Yang lain bertanya apakah Eropa masih dapat mempercayai AS di bawah Trump.

Sejak Trump memenangkan pemilu pada bulan November tahun lalu dan kembali menjabat awal tahun ini, negara-negara Eropa telah berusaha keras untuk meningkatkan anggaran pertahanan dan memikirkan kembali posisi militer mereka, di tengah meningkatnya ketegasan Rusia.

Bloomberg melaporkan bahwa lima area utama yang menjadi sasaran pada periode berikutnya adalah sistem pertahanan udara, kapasitas tembakan dalam, logistik, sistem komunikasi dan informasi, serta kapasitas manuver darat.

“Sistem pertahanan udara secara khusus dipilih sebagai area yang membutuhkan lebih banyak kemampuan dari semua sekutu, termasuk AS,” tambah laporan itu. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved