Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cagar Budaya

Daftar 3 Cagar Budaya di Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara

Berikut kami rangkum informasi tentang tiga cagar budaya yang ada di Minahasa, Sulut.

tribunmanado.co.id
CAGAR BUDAYA: Kolase foto GMIM Galilea Watumea (kiri atas), Makam Kyai Modjo (kiri bawah), dan Makam Tuanku Imam Bonjol (kanan). Daftar cagar budaya yang berada di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan yang perlu dilestarikan keberadaannya.

Cagar budaya dianggap memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Menurut data Kementerian Kebudayaan yang diakses pada Minggu (2/3/2025), di Sulawesi Utara ada 17 cagar budaya.

Tiga di antaranya berada di Kabupaten Minahasa.

Berikut kami rangkum informasi tentang tiga cagar budaya yang ada di Minahasa, Sulut.

1. Gereja GMIM Galilea Watumea

Ibadah Syukur HUT ke 151, Jemaat GMIM Galilea Watumea, Wilayah Tandengan, Minahasa.
Ibadah Syukur HUT ke 151, Jemaat GMIM Galilea Watumea, Wilayah Tandengan, Minahasa. (mejer lumantow/tribun manado)

GMIM Galilea Watumea berlokasi di Kecamatan Eris, dan merupakan gereja tertua di Minahasa.

Gereja ini mulai dibangun pada tahun 1868 dan selesai pada tahun 1872.

Pada Februari 1983, gereja ini ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan sebagai gereja tertua di Minahasa.

Kemudian pada 4 Maret 2003, bangunannya ditetapkan sebagai cagar budaya yang dilindungi undang-undang. 

Hingga kini, GMIM Galilea Watumea masih difungsikan sebagai tempat ibadah oleh jemaatnya.

2. Makam Tuanku Imam Bonjol

Makam Tuanku Imam Bonjol.
Makam Tuanku Imam Bonjol. (tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)

Makam Tuanku Imam Bonjol menjadi destinasi wisata sejarah yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Minahasa, Sulawesi Utara.

Di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol dikebumikan.

Pahlawan Nasional kelahiran Tanjungbungo (Bonjol), Sumatera Barat ini merupakan pahlawan Nasional yang berperan penting dalam Perang Paderi.

Tuanku Imam Bonjol lahir pada tahun 1774 dan meninggal dunia dalam pengasingannya di Minahasa pada tahun pada tanggal 8 November 1854.

Makam ini merupakan sebuah peninggalan yang penting bagi sejarah Indonesia.

Makam Imam Bonjol dibangun dengan gaya arsitektur yang kental bernuansa Minang pada atapnya yang berbentuk gonjong.

Bangunan makam yang berada di tengah-tengah pemukiman warga ini juga mengandung nuansa Islam.

Selain berbentuk rumah adat Minangkabau, di dinding sebelah makam juga terdapat sebuah lukisan besar yang memperlihatkan Tuanku Imam Bonjol sedang menunggangi kuda dan bersiap untuk menyerang.

3. Makam Kyai Modjo

Khofifah Indar Parawans ziarah ke Makam Tuanku Imam Bonjol dan Kiai Muslim Muhammad Halifah (Kyai Modjo), Kamis (25/8/2022).
Khofifah Indar Parawans ziarah ke Makam Tuanku Imam Bonjol dan Kiai Muslim Muhammad Halifah (Kyai Modjo), Kamis (25/8/2022). (Ist)

Makam Kyai Mojo berada di Kelurahan Wulauan, Tondano Utara, Kabupaten Minahasa.

Makam Kyai Mojo di Minahasa ini menjadi salah satu wisata cagar budaya, atau wisata religi bagi pengunjung yang datang di Minahasa.

Kyai Mojo adalah pejuang yang menentang kekuasaan Belanda pada tahun 1825-1830, atau dikenal dengan Perang Diponegoro.

Kyai Modjo adalah penasehat spiritual Pangeran Diponegoro atau orang kepercayaan Diponegoro.

Dia lahir pada tahun 1764 dan wafat pada 20 Desember 1849 di Tondano, Minahasa.

Sumber: TribunTravel, TribunVideo (1), TribunVideo (2)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved