Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2025

Benarkah Pacaran di Bulan Ramadhan Bisa Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Lantas apakah pacaran di bulan Ramadan dan bisa membatalkan puasa? Berikut penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Editor: Indry Panigoro
(tribunnews.com)
HUKUM PACARAN RAMADHAN - Bagaimana hukum pacaran saat bulan Ramadhan? Berikut penjelasan Ustaz Khalid Basalamah 

Namun ia menjelaskan ada 6 langkah syaitan untuk memperdaya manusia diantaranya:

1. Nazrotun (tatapan mata)
2. Fabtisamun (senyuman)
3. Fasalamun (Menyapa)
4. Fakalamun (Ngobrol)
5. Famau'idun (Janjian)
6. Faliqou (Pertemuan)

“Setelah falikhotun makan bersama, setelah bersama seperti apa pepatah orang Inggris No Free Lunch atau tidak ada makan siang yang gratis, waspadalah, kejahatan bukan hanya karena ada niat dari pelakunya tetapi karena ada kesempatan.

Ustadz Abdul Somad mengingatkan dengan pertemuan disinilah (Tipu Daya Iblis) Cinta yang terkesan syariah hadir pada diri kita

"Berawal dari browsing, chatting, dating, eating, kemudian muncul lainnya jangan buka pintu-pintu syaitan,”ujarnya.
Ingat syaitan sedang bermain sehingga jangan sampai terjadi. Meski berdalih pacaran syariah, UAS menjelaskan tetap dilarang.

“Jangan, tidak ada itu pacaran syariah,”ujarnya.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

"Betapa banyak orang yang berpuasa, namun yang dia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan dahaga." (HR Ahmad 8856, dishahihkan Al-A’zami)

Dilansir dari Tribun Jabar dengan judul "Apakah Bermesraan Via Chat WhatsApp atau Telepon dengan Pacar Bisa Membatalkan Puasa? ini Hukumnya" Tren pacaran sesungguhnya mendekatkan pada perbuatan zina.

Pacaran tidak lepas dari zina mata, zina tangan, zina kaki dan zina hati.

Hal ini sebagaimana dikutip dari hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

"Setiap anak Adam telah ditakdirkan mendapat bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa dielakkan.

Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar.

Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved