Breaking News
Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Sulut di Kamboja

Perusahaan Online Scam di Kamboja Siksa dan Jual Pekerja Jika tidak Ditebus, Termasuk Warga Sulut

Modus perusahaan ini menawarkan gaji fantastis setiap bulan dan juga bekerja di depan komputer dengan fasilitas lengkap.

Tayang:
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Nafalia Mamentiwalo Mahasiswi Magang Politeknik Negeri Manado
ILUSTRASI: Banyak warga Indonesia yang disiksa di Kamboja. Informasi terbaru, Februari 2025, salah satu warga Sulut mendapat siksa disetrum oleh pihak Perusahaan online scam (penipuan berbasis daring) di Poipet, Kamboja. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perusahaan online scam (penipuan berbasis daring) di Poipet, Kamboja merekrut banyak pekerja di Indonesia.

Modus perusahaan ini menawarkan gaji fantastis setiap bulan dan juga bekerja di depan komputer dengan fasilitas lengkap.

Hal itu supaya menarik minat para pekerja di Indonesia termasuk 17 warga Sulawesi Utara.

Namun, semuanya hanya iming-iming saja, para pekerja tidak mendapatkan gaji berbulan-bulan.

Bahkan para pekerja tidak diberikan makanan dan disiksa kalau tidak mencapai target kerja.

Hal itu dibenarkan oleh CW salah satu pekerja asal Sulut yang saat ini masih berada di Kamboja.

"Kalau tidak capai terget kerja kita akan disetrum dan dipukul dan tidak mendapatkan gaji," ujar CW saat via telepon dengan Tribun Manado, Jumat (28/2/2025).

CW mengungkapkan banyak pekerja yang dijual ke perusahaan lain apabila keluarganya tidak memberikan uang tebusan kepada perusahaan pertama korban bekerja.

"Kalau kita sudah tidak dibutuhkan lagi oleh pihak perusahaan pertama, maka mereka menghubungi pihak keluarga untuk minta sejumlah uang agar kita bisa dikembalikan ke Indonesia.

Kalau tidak ada uang maka akan dijual ke perusahaan lain, tatapi hati-hati seringkali kalau sudah kirim uang kita tetap ditahan di perusahaan," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini ada ratusan bahkan ribuan warga Indonesia yang terjebak di Kamboja.

"Kita warga Sulut saat ini masih ada 17 orang di KBRI masih berharap pertolongan pemerintah," pungkasnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>

Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>

Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>>

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved