PBB Ambil Langkah Penghematan setelah Trump Hentikan Dana
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil langkah darurat untuk mencegah keruntuhan anggaran, setelah AS di bawah Trump berhenti memberikan dana.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil langkah darurat untuk mencegah keruntuhan anggaran, setelah AS di bawah Trump berhenti memberikan dana.
Di kantor pusat New York, suhu pemanas akan diturunkan dan pekerjaan pemeliharaan akan ditunda, layanan penerjemahan akan dipotong, rapat akan dipersingkat dan laporan akan ditunda.
Periode ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan dampak nyata pada kemampuannya untuk memenuhi misinya.
Presiden AS Donald Trump sejauh ini menahan pengalihan sejumlah anggaran ke PBB dan organisasi internasional tersebut, yang saat ini tengah mengalami krisis ekonomi serius akibat penurunan tajam sumber daya keuangannya, terpaksa mengambil tindakan drastis.
Menurut surat yang diperoleh Ynet, markas besar PBB di New York telah mulai melakukan pemotongan signifikan, yang memengaruhi kegiatan organisasi yang sedang berlangsung.
Di antara langkah-langkah yang diambil: pemotongan layanan penerjemahan; mengurangi siaran langsung perdebatan pleno; menghentikan penyelenggaraan rapat setelah pukul 18.00; memperpendek durasi laporan sebesar 10 persen; membatasi jumlah rapat dengan layanan penerjemahan dan interpretasi; penundaan dalam pembuatan risalah resmi; menurunkan suhu di kantor untuk menghemat biaya pemanas; dan bahkan menutup salah satu pintu masuk utama ke markas besar PBB di 42nd Street di Manhattan.
Menurut surat yang ditandatangani oleh Kepala Staf Sekretaris Jenderal PBB, Earle Courtenay Rattray, langkah-langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa organisasi tersebut dapat terus beroperasi, setidaknya hingga akhir tahun.
"Tanpa pembatasan pengeluaran segera, kami tidak akan dapat memenuhi kewajiban keuangan kami dari September hingga Desember," dokumen tersebut menyatakan. Ditekankan pula bahwa karena beratnya situasi, tindakan drastis yang diambil tahun lalu juga akan terus berlanjut, dengan pembatasan baru yang ditambahkan ke semua departemen utama PBB.
Dampak dari langkah-langkah tersebut terlihat jelas dalam setiap aspek kegiatan PBB. Misalnya, pertemuan resmi hanya akan diadakan antara pukul 10:00 pagi dan 6:00 sore, dan diskusi di luar jam tersebut – termasuk pada akhir pekan – hanya akan berlangsung jika pendanaan untuk pertemuan tersebut berasal dari sumber eksternal. Badan-badan PBB yang mengadakan 10 atau lebih pertemuan dalam seminggu akan diminta untuk mengurangi pertemuan tersebut sebesar 10 persen.
Layanan penerjemahan dan interpretasi, yang penting untuk diskusi multibahasa, akan disediakan hanya selama jam resmi, dan hanya dalam jumlah terbatas bagi mereka yang berhak menerimanya, sesuai dengan peraturan.
Lebih jauh, jumlah pertemuan yang dianggarkan untuk interpretasi akan dikurangi menjadi 55 per minggu, dan jumlah total pertemuan organisasi akan dipotong sebesar 10 persen.
Aktivitas Terganggu
Komunikasi internal PBB juga terpengaruh: produksi dokumen resmi akan tertunda secara signifikan; panjang laporan akan dikurangi hingga 10 persen; dan pemrosesan transkrip dan catatan resmi hanya akan dilakukan jika dana tersedia.
Dampak signifikan lainnya adalah pada publikasi PBB, termasuk laporan dan jurnal resmi, yang akan mengalami penundaan signifikan dalam pendistribusiannya.
Di tingkat publik, kegiatan penjangkauan PBB juga sangat terpengaruh: jumlah siaran langsung akan dikurangi secara signifikan; tim UNTV akan beroperasi dalam format yang dikurangi; dan liputan acara Dewan Keamanan mungkin kurang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/131024-PBB.jpg)