Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Retret Kepala Daerah

Berita Populer Sulawesi Utara: Kepala Daerah Kader PDIP Senam Pagi Bersama Gubernur YSK di Magelang

Berita Populer Sulawesi Utara, Senin 24 Februari 2025. Para kepala daerah kader PDIP bersama Gubernur YSK mengikuti senam pagi di Akmil Magelang.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Dok. Istimewa/Facebook
RETRET - Potret para kepala daerah (pria) dari Sulut bersama Gubernur Sulut YSK saat kegiatan retret di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Senin (24/2/2025). Kiri ke kanan: Bupati Boltim Oscar Manoppo, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, Bupati Minsel Frangky Wongkar, Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Bupati Minut Joune Ganda dan Bupati Mitra Ronald Kandoli. Kepala Daerah kader PDIP Sulut juga dikabarkan telah ikut retret bersama Gubernur YSK. 

Sebab, menurut dia, para kepala daerah nantinya akan ikut mengelola anggaran, baik transfer dari pusat maupun pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing.

"APBN kita itu Rp 3.600 triliun, APBD kita, jumlah uang yang beredar, sekitar Rp 1.300 triliun. Itu harus dikelola dengan baik, prinsip pemerintahan bersih dan profesional. Enggak semua kepala daerah itu paham juga," ujarnya.

Oleh karena itu, dalam retret nantinya akan ada sejumlah lembaga penegak hukum yang menjadi pemateri, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian RI, Kejaksaan Agung hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Para kepala daerah juga akan diberikan pemahaman terkait pemerintahan dan pengelolaan anggaran oleh para menteri Kabinet Merrah Putih.

"Para menteri, 42 orang itu akan bicara soal Asta Cita, diturunkan lagi, bukan hanya makan bergizi, tapi soal ketahanan pangan, persoalan irigasi, bagaimana soal pendidikan, kesehatan, kependudukan, banyak itu," kata Bima Arya.

Ajarkan kemandirian dan menanamkan rasa melayani rakyat

Selain itu, bentuk emosional yang diharapkan bisa terbentuk dalam retret kepala daerah adalah kemandirian dan menanamkan rasa menjadi pelayan warga.

Hal itu diwujudkan dari setiap kepala daerah yang harus mengurus segala keperluannya sendiri tanpa seorang ajudan.

"Iya nanti mungkin (para ajudan) standby di luar, tinggal di rumah penduduk. Jadi, kalau diperlukan hal-hal penting," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin.

"Tapi yang ringan-ringan seperti tadi kami (para menteri) kemarin (retret) lah habis olahraga, sepatu bersih sendiri, pakaian dalam cuci sendiri, jemur," ujarnya melanjutkan.

Tito mengatakan, bentuk kemandirian ini akan menurunkan perasaan ingin dilayani sebagai seorang pejabat daerah.

Pasalnya, menurut Tito, menjadi pejabat esensinya adalah melayani rakyat bukan dilayani rakyat.

Tito juga mengatakan, retret ini akan menumbuhkan nilai patriotisme dan nasionalisme yang akan dirasakan para kepala daerah.

Sehingga, diharapkan ke depannya, para kepala daerah bisa membuat kebijakan yang bisa didasarkan dari kondisi rakyat.

"Nah, itu nilai-nilai yang secara tidak sadar akan tertanam, suka atau tidak suka," kata Tito Karnavian. (Kompas.com)

-

(TribunManado.co.id/Art)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved