Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Retret Kepala Daerah

Berita Populer Sulawesi Utara: Kepala Daerah Kader PDIP Senam Pagi Bersama Gubernur YSK di Magelang

Berita Populer Sulawesi Utara, Senin 24 Februari 2025. Para kepala daerah kader PDIP bersama Gubernur YSK mengikuti senam pagi di Akmil Magelang.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Dok. Istimewa/Facebook
RETRET - Potret para kepala daerah (pria) dari Sulut bersama Gubernur Sulut YSK saat kegiatan retret di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Senin (24/2/2025). Kiri ke kanan: Bupati Boltim Oscar Manoppo, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, Bupati Minsel Frangky Wongkar, Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Bupati Minut Joune Ganda dan Bupati Mitra Ronald Kandoli. Kepala Daerah kader PDIP Sulut juga dikabarkan telah ikut retret bersama Gubernur YSK. 

Dan mengapa dilangsungkan khususnya di kawasan pelatihan militer di Magelang?

Pengertian Retret

Istilah retret pertama kali diperkenalkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat melakukan orientasi para menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih.

Mereka digembleng selama empat hari, 24-27 Oktober 2024 untuk mendapatkan materi pembelajaran secara langsung dari para ahli dan arahan secara langsung dari Presiden Prabowo.

Kini, retret kembali digelar dengan peserta para kepala daerah yang terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Harapan pemerintah dari retret kepala daerah

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menjelaskan bahwa pemerintah memiliki harapan terkait pelaksanaan retret kepala daerah ini.

Salah satunya adalah menguatkan emosional dan membangun kedekatan antarkepala daerah.

Membangun kedekatan ini, menurut Bima, tak bisa dilakukan dengan cara jarak jauh, tetapi harus langsung melalui retret.

"Ada satu hal yang enggak bisa dilakukan oleh Zoom, yaitu menguatkan emotional bonding dan membangun chemistry," ujar Bima Arya saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Dia mengatakan, hal ini juga dirasakan oleh para menteri saat menjalani retret. Mereka bisa berkoordinasi dengan cara informal setelah menjalin keakraban di acara retret.

Hal ini dinilai berdampak pada jalur koordinasi dan berimplikasi pada kerja yang lebih efisien.

"Begitu ketemu di sana (retret) lebih kenal, sekarang tinnggal WhatsApp kalau ada apa-apa," kata Bima Arya.

Memberikan pemahaman terkait pemerintahan yang bersih

Selain membangun emosional antarkepala daerah, Bima Arya juga menyebut retret penting dilakukan untuk memberikan pemahaman prinsip pemerintahan yang bersih.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved