Korupsi Insinerator Manado
Insinerator Seharga Rp 2 Miliar di Manado Mubazir: Mesin Berkarat, Hampir Jadi Rongsokan
Seperti insinerator untuk Kecamatan Singkil yang ditempatkan di kompleks Kebun Kopi Lingkungan IV Kelurahan Singkil 2, Kecamatan Singkil, Kota Manado.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengadaan insinerator (mesin pembakar sampah) milik Pemerintah Kota Manado jadi satu di antara proyek mubazir.
Sedikitnya lima mesin insinerator diadakan Pemkot Manado pada tahun 2019 silam pada masa pemerintahan GS Vicky Lumentut dan Mor Bastiaan.
Lima tahun berselang, mesin-mesin yang sudah pernah diujicoba pakai itu terbengkalai.
Kondisinya memprihatinkan.
Seperti insinerator untuk Kecamatan Singkil yang ditempatkan di kompleks Kebun Kopi Lingkungan IV Kelurahan Singkil 2, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Pantauan Tribunmanado.co.id, Rabu (19/2/2025), insinerator itu terbengkalai.
Bagian utama mesin, cerobong asap, hingga dinamo mulai berkarat.

Tidak lama lagi barang tersebut menjadi rongsokan.
Pada bodi utama yang bercat biru tertulis produsen mesin, Dodika Incinerator.
Begitu juga kondisi rumah insinerator.
Bingkai besi pelindung berkarat, tanaman liar merambat di bagian belakang dan cerobong.
Lantai rumah insinerator dipenuhi debu yang tebalnya lebih dari 5 cm.
Di situ jadi tempat buang sampah juga.
Sofa bekas, kursi lipat rusak, helm, perkakas, hingga botol air mineral teronggok di sana.
Baca juga: Warga Kota Bitung Sulut Dibuat Heboh, Ada Penemuan Mayat di Lantai 2 Masjid, Ini Keterangan Polisi
Baca juga: Harga Emas Naik Lagi Rabu 19 Februari 2025, Dijual Segini
Abdul Aziz, warga yang tinggal di samping insinerator itu bilang, mesin itu sudah lama tak dipakai.
"Sudah lupa juga. Soalnya sudah lama sekali, bertahun-tahun. Tidak pernah ada yang datang bersihkan," kata pria paruh baya itu.
Diketahui, Pemkot Manado mengadakan mesin insinerator yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan di Manado.
Pada tahun 2020, baru lima mesin yang diadakan dengan anggaran Rp 11 miliar.
Lima mesin itu ditempatkan di Kecamatan Singkil, Wanea, Sario, Paal Dua, dan Malalayang.
Melihat anggaran yang ada, artinya satu mesin insinerator harganya di kisaran Rp 2 miliar.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.