Berita Populer Sulawesi Utara
Berita Populer Sulawesi Utara Rabu 19 Februari 2025: Demo Indonesia Gelap di Depan Kantor Gubernur
Berita Populer Sulawesi Utara Rabu 19 Februari 2025. Demo Indonesia Gelap di depan Kantor Gubernur Sulut, Kota Manado.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berita Populer Sulawesi Utara (Sulut) hari Rabu 19 Februari 2025.
Pewartaan tentang aksi demo Indonesia Gelap dari Aliansi Sulut Bergerak di depan kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus, Kota Manado, Sulut pada Rabu (19/2/2025), menjadi perhatian.
Unjuk rasa tersebut berlangsung ricuh. Puluhan massa yang terdiri dari gabungan mahasiswa mencoba mendobrak pintu masuk kantor Gubernur Sulut.
Aksi mereka dihalangi oleh Polisi dan Sat Pol PP. Dari pintu masuk, massa bergerak ke pintu keluar dan mencoba masuk ke dalam.
Para demonstran juga beberapa kali massa mencoba mendobrak pagar. Akibatnya beberapa besi pagar tercabut.
Sebelumnya massa juga melakukan aksi pembakaran keranda dan ban di tengah jalan depan pagar masuk.
Hingga Rabu sore, para pendemo masih bertahan di depan kantor Gubernur Sulut.
Mereka memblokade jalan sembari duduk di jalan depan kantor Samsat Manado.

Dani selaku perwakilan mengatakan, aksi mereka adalah bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah saat ini.
"Banyak kebijakan yang sangat menyusahkan, bukan hanya saat ini, tapi juga ke depan," kata dia.
Ia mencontohkan kebijakan efisiensi anggaran. Kebijakan ini membawa masyarakat dalam kesulitan.
"Banyak sektor terdampak, PHK terjadi, belum lagi ancaman naiknya UKT dan lainnya," terang Dani.
Menurut dia, sebagai warga yang membayar pajak, mereka punya hak yang wajib dipenuhi pemerintah.
Dani menyebut, tema demo mengikuti aksi di sejumlah daerah lainnya yakni Indonesia Gelap.
Ketua DEN RI Tanggapi Tagar Indonesia Gelap
Dilansir dari Kompas.com, Rabu (19/2/2025), dalam artikel yang berjudul: ""Ramai Tagar Indonesia Gelap, Luhut: Kau yang Gelap, Bukan Indonesia...", Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menepis anggapan masyarakat yang beredar di media sosial terkait tagar Indonesia Gelap (#IndonesiaGelap).
Tak hanya di media sosial, ribuan mahasiswa juga menggelar aksi Indonesia Gelap di Patung Kuda, Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Senin (17/2/2025) sebagai bentuk protes atas program dan kebijakan pemerintah.
"Kalau ada yang bilang itu Indonesia gelap, yang gelap kau bukan Indonesia. Jadi kita jangan terus mengeklaim sana-sini," ujarnya dalam acara The Economic Insights 2025 di Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Menurut mantan Menko Marves, kondisi Indonesia masih cukup baik meskipun dia mengakui sedang terjadi berbagai permasalahan.
Tetapi, permasalahan ini banyak dialami oleh negara lain selain Indonesia. Salah satunya terkait isu kurangnya lapangan kerja.
Luhut bilang, masalah tersebut juga dialami negara lain seperti Amerika Serikat (AS).
"Ada orang bilang wah di sini lapangan kerja kurang, di mana yang lapangan kerja enggak kurang? Di Amerika juga bermasalah, di mana saja bermasalah," ucapnya.
Purnawirawan Jenderal TNI Bintang Empat ini pun membeberkan, pemerintah tidak tinggal diam ketika terjadi masalah kekurangan lapangan kerja. Pemerintah telah memberdayakan 300 orang generasi muda yang bekerja di Perum Peruri untuk mengelola GovTech.
Selain itu sebut Luhut, Indonesia justru beruntung karena memiliki pasar yang besar dengan jumlah penduduk yang mencapai 282 juta jiwa per Semester I 2024.
Diprediksi pada 2030 jumlah ini akan bertambah menjadi 300 juta jiwa.
"Jadi kita harus lihat ini. Kita sebagai orang Indonesia harus bangga juga bahwa we are doing right gitu, we are doing so good so far," tuturnya.
Sebagai informasi, #IndonesiaGelap terus menggema di media sosial X sejak awal Februari kemarin dan menjadi sorotan utama warganet.
Tagar ini mencerminkan kegelisahan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai bermasalah.
Munculnya #IndonesiaGelap bermula dari kritik warganet terhadap berbagai kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.
Beberapa di antaranya adalah aturan baru terkait penjualan elpiji 3 kg yang menyebabkan kelangkaan gas, efisiensi anggaran yang berdampak pada gelombang PHK, hingga pemangkasan tunjangan bagi dosen dan tenaga pendidik.
Situasi ini memicu gelombang protes, yang berpuncak pada aksi demonstrasi besar-besaran mahasiswa di berbagai daerah pada Senin, 17 Februari 2025. (Kompas.com)
-
(TribunManado.co.id/Art)
Berita Populer Sulut: Jadwal Sidang Kasus Dana Hibah GMIM, Daftar Nama Calon Pemimpin Parpol |
![]() |
---|
Berita Populer: Tersangka Hein Arina Titipkan Barang Bukti Uang Dugaan Korupsi Dana Hibah ke Kejari |
![]() |
---|
Berita Populer Sulawesi Utara: Harga Minyak Nilam Makin Anjlok, 2 Penambang Tertimbun Longsor |
![]() |
---|
Berita Populer Sulut: Warga Berebut Ikan Putih di Manado Bay, Ibu dan Anak Korban Kecelakaan |
![]() |
---|
Berita Populer Sulut: Anggota Polisi Meninggal Setelah Jadi Komandan Upacara, Kebakaran di Tomohon |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.