Trump Segera Bertemu Putin saat Ukraina dan Eropa Tak Sepakat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin segera.
“Ini adalah perang di Ukraina, melawan kami, dan ini adalah kerugian manusia,” kata Zelenskyy saat menghadiri Konferensi Keamanan Munich pada hari Jumat.
Saat berpidato di konferensi Munich pada hari Sabtu, kepala kebijakan luar negeri Eropa Kaja Kallas menarik persamaan antara pendekatan pemerintahan Trump dan kegagalan peredaan menjelang Perang Dunia II.
“Saat saya berdiri di sini di Munich malam ini, saya bertanya, apakah kita pernah ke sini sebelumnya? Cekoslowakia, 1938,” kata Kallas, mengacu pada Perjanjian Munich yang mendukung aneksasi Sudetenland oleh Nazi Jerman dengan imbalan janji perdamaian.
“Ada seorang agresor di depan pintu kami yang berniat merampas tanah yang bukan miliknya. Dan para perunding, bukan kami, sudah memberikan alat tawar-menawar mereka bahkan sebelum negosiasi dimulai.”
Para pemimpin Eropa akan berkumpul di Paris pada hari Senin untuk pertemuan puncak darurat guna membahas konflik dan keamanan masa depan Ukraina.
Menjelang KTT tersebut, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pada hari Minggu bahwa dia “siap dan bersedia” mengirim pasukan Inggris ke Ukraina untuk membantu menjaga perdamaian jika terjadi kesepakatan untuk mengakhiri perang.
“Saya tidak mengatakannya dengan enteng,” kata Starmer dalam sebuah opini yang diterbitkan di Daily Telegraph.
“Saya sangat merasakan tanggung jawab yang timbul karena berpotensi membahayakan prajurit Inggris.”
“Tetapi peran apa pun dalam membantu menjamin keamanan Ukraina berarti membantu menjamin keamanan benua kita dan keamanan negara ini,” kata Starmer.
“Akhir dari perang ini, jika sudah tiba, tidak bisa hanya menjadi jeda sementara sebelum Putin menyerang lagi.” (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/170225-trump.jpg)