Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paus Fransiskus Masuk Rumah Sakit di Roma: Begini Penjelasan Vatikan

Pemimpin 1,4 miliar umat Katolik dunia, Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli untuk tes diagnostik dan perawatan lebih lanjut.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/EPA/Massimo Percossi
SAKIT - Paus Fransiskus duduk di kursi. Pemimpin 1,4 miliar umat Katolik dunia, Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli untuk tes diagnostik dan perawatan lebih lanjut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Vatikan - Pemimpin 1,4 miliar umat Katolik dunia, Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli untuk tes diagnostik dan perawatan lebih lanjut.

Fransiskus telah dirawat di sebuah rumah sakit di Roma untuk menjalani tes dan perawatan bronkitis, Vatikan mengumumkan, mengonfirmasi ancaman terbaru terhadap kesehatan Paus berusia 88 tahun itu.

"Pagi ini, di akhir audiensinya, Paus Fransiskus dirawat di Policlinico Agostino Gemelli untuk menjalani sejumlah tes diagnostik yang diperlukan dan melanjutkan perawatan bronkitisnya, yang masih berlangsung, di lingkungan rumah sakit," kata kantornya pada hari Jumat dikutip Al Jazeera.

Sebelum dirawat di rumah sakit, Fransiskus masih sempat bertemu dengan pejabat Vatikan serta tamu lainnya, termasuk Perdana Menteri Slowakia Robert Fico yang sedang berkunjung, kata pernyataan itu.

Fransiskus didiagnosis menderita bronkitis Kamis lalu, tetapi ia tetap mengadakan audiensi harian di suite hotelnya di Vatikan, memimpin audiensi umum, dan bahkan memimpin Misa di luar ruangan Minggu lalu.

Namun, ia telah menyerahkan pidatonya agar seorang ajudan membacakannya dengan suara keras, dengan mengatakan bahwa ia mengalami kesulitan bernafas.

Fransiskus telah menjadi pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia sejak 2013. Ia telah menderita influenza dan masalah kesehatan lainnya beberapa kali selama dua tahun terakhir.

Paus Argentina, yang menggantikan Benediktus XVI, adalah paus tertua kedua dalam sejarah.

Sebagian paru-parunya diangkat saat masih muda, dan telah lama berjuang melawan masalah kesehatan, terutama bronkitis akut yang berlangsung lama di musim dingin. Ia menggunakan kursi roda, alat bantu jalan, atau tongkat saat berjalan di apartemennya dan baru-baru ini terjatuh dua kali, yang menyebabkan lengan dan dagunya terluka. Sebagian besar usus besarnya juga diangkat pada tahun 2021.

Sejak diagnosis bronkitis terakhirnya, Francis tampak kembung, pertanda obat yang ia minum untuk mengobati infeksi paru-paru membuatnya menahan air.

Rumah Sakit Gemelli di Roma adalah fasilitas medis yang sama tempat pemimpin gereja Katolik dirawat pada bulan Juni 2023 untuk menjalani operasi pengangkatan jaringan parut usus dan memperbaiki hernia di dinding perut.

Beberapa bulan sebelumnya, ia menghabiskan tiga hari di rumah sakit untuk menerima antibiotik intravena untuk infeksi pernapasan.

Pada bulan Desember tahun yang sama, ia harus membatalkan kunjungan ke Dubai untuk berpartisipasi dalam konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa COP28, karena menderita bronkitis lagi.

Francis memiliki dokter pribadi, Dr Roberto Bernabei, yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dan geriatri di Universitas Katolik Hati Kudus di Roma.

Ia juga memiliki seorang perawat pribadi, Massimiliano Strappetti, seorang karyawan sistem kesehatan Vatikan yang menurut Fransiskus telah menyelamatkan hidupnya ketika Strappetti mendiagnosis masalah ususnya pada tahun 2021. Pada tahun 2022, Fransiskus menamai perawat tersebut sebagai "asisten perawatan kesehatan pribadinya".

Strappetti dan Bernabei biasanya bergabung dengan Francis dalam perjalanan luar negerinya. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved