Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir di Bitung

Cuaca Ekstrem Hujan Deras Landa Bitung Sulawesi Utara, 10 Rumah di Pulau Lembeh Tergenang

Senin (10/2/2025) pukul 23.00 Wita, akibat cuaca ekstrem hujan deras sekitar 10 rumah tergenang air.

|
Foto Lurah Mawali Waldens Biasa.
BANJIR: Kolase foto banjir di Pulau Lembeh Bitung Sulawesi Utara, Selasa (11 Februari 2025). Dampak dari cuaca ekstrim hujan deras, sejumlah rumah tergenang air. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Sejumlah rumah di Kelurahan Mawali, Kecamatan Lembeh Utara Bitung Sulut langganan terdampak banjir bandang.

Kondisi tersebut kerap terjadi, ketika cuaca ekstrim.

Senin (10/2/2025) pukul 23.00 Wita, akibat cuaca ekstrem hujan deras sekitar 10 rumah tergenang air.

Baca juga: Pasca Banjir Bandang di Mawali Lembeh Bitung Sulut, Butuh Alat Berat Bersihkan Material di Saluran

Berdasarkan informasi, selain 10 rumah yang tergenang air ada empat titik longsor.

Menurut Lurah Mawali Waldens Biasa, banjir datang datang dari luapan air di tiga saluran besar.

"Sampai saat ini, tiga saluran itu penuh dengan material pasir dan bebatuan dengan diameter kurang lebih 200 meter," kata Lurah Mawali Waldens Biasa, Selasa (11/2/2025).

Keberadaan saluran air ukuran besar, ada yang berada di tepi jalan raya dan pemukiman warga serta di area pekuburan.

Pihaknya butuh bantuan segera, untuk mengeluarkan material berupa pasir, kerikil, batu dan lainnya  yang memenuhi saluran air.

Karena jika terus dibiarkan, air meluap ke jalan dan menggenangi rumah warga.

"Masyarakat sudah berupaya dengan peralatan seadanya namun tidak membuahkan hasil yang diharapkan," keluhnya.

Terpisah, BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengeluarkan himbauan kewaspadaan cuaca ekstrim di Sulut.

Dan waspada potensi bencana Hidrometeorologi, pada tangfal 12 sampai 16 Februari 2025.

Menurut Kepala Stasiun BMKG Meteorologi Sam Ratulangi Manado Dhira Utama, berdasarkan analisa kondisi dinamika atmosfer, pihaknya memantau berbagai fenomena atmosfer yang mempengaruhi cuaca di wilayah Sulawesi Utara.

Antara lain nilai anomali OLR (Outgoing Longwave Radiation) menunjukkan anomali negatif dan spasial MJO dan Equatorial Rossby, yang bergerak melewati wilayah Sulawesi Utara turut memperkuat peningkatan aktivitas konvektif. 

Dan faktor penunjang lain yaitu terbentuknya pola belokan angin (shearline), kondisi lokal akibat labilitas atmosfer dalam kondisi labil dan kelembaban udara yang tinggi hingga lapisan atas mendukung pertumbuhan awan-awan hujan semakin intens. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved