Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Bina Remaja GMIM, Renungan 2 - 8 Februari 2025, Yesaya 28:23-29, Tuhan Itu Agung dalam Kebijaksanaan

Renungan ibadah remaja GMIM dalam sepekan mulai Minggu 2 - 8 Februari 2025. Pembacaan alkitab terdapat pada Yesaya 28:23-29.

Editor: Chintya Rantung
Chintya Rantung/Tribun Manado
RENUNGAN: Bina Remaja Minggu 2 - Sabtu 8 Februari 2025, Yesaya 28:23-29 dengan tema Tuhan Itu Agung dalam Kebijaksanaan. Renungan untuk ibadah remaja GMIM. 

Ada tiga aturan, metode dan tata tertib yang akan kita pelajari dari kebijaksanaan Tuhan Allah melalui ilmu pertanian 
dan adat istiadat yaitu: 

1. Memperhatikan Waktu 

Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur? (Yesaya 28:24). Seorang petani tidak setiap hari membajak, mencangkul dan menyisir tanah.

Semua tindakan itu mempunyai waktu dan caranya sendiri. Petani dia tahu, waktu yang tepat bertanam, waktu yang tepat memberi pupuk, menyiram dsb.

Karena itu seorang petani harus Cerdas memperhatikan waktu, Cerdas memilih waktu untuk menabur benih, membajak, mencangkul, dan menyisir agar mendapatkan hasil panen yang berlimpah.

Pengkhotbah 3:11 mengatakan Ada saat menabur ada saat menuai. Allah mengajarkan untuk segala sesuatu ada waktunya. 

Hidup kita seperti lahan persawahan yang sedang di garap Tuhan. Apapun yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita itu semua baik apa adanya.

Seperti halnya dalam proses pertanian. Pertama sebelum menanam dan menabur benih, tanah harus dibersihkan 
dari batu-batu yang ada, dan juga kerikil yang menggangu. demikian juga hidup kita. Tuhan pasti membersihkan hal yang tidak berkenan dan mengganggu pertumbuhan rohani kita. 

Saat kita mengijinkan Tuhan menggarap hidup kita. Tuhan akan menutup lembah-lembah dalam hidup kita dan meratakan gunung-gunung kesombongan di hidup kita.

Semuanya diratakan untuk proses penanaman. Dan pada waktunya kita akan mendapat tuaian yang baik.

Oleh karena itu, apapun yang terjadi kepada kita hari ini, apapun masalah dan pergumulan kita, ingatlah segala 
sesuatu ada waktunya karena semua Tuhan yang atur.

Tuhan mengatur semuanya dengan kebijaksanaan Tuhan. Tidak ada segala sesuatu yang tidak dapat diubahkan Tuhan sesuai dengan Kairosnya Tuhan. 

2. Memperhatikan tempat

Bukankah setelah meratakan tanahnya, ia menyerakkan jintan hitam dan menebarkan jintan putih, menaruh gandum 
jawawut dan jelai kehitam-hitaman dan sekoi di pinggirnya?

Mengenai adat kebiasaan ia telah diajari, diberi petunjuk oleh Allahnya. (Yesaya 28:25-26). Proses tanam dilakukan dengan cermat dan teratur.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved