Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perang Dagang AS - Tiongkok: Saham Eropa Anjlok, Thailand Kurangi Surplus

Indeks STOXX Europe 600 pan-Eropa turun 0,3 persen pada pagi hari waktu setempat, menurut kantor berita Reuters.

|
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Reuters/Ralph Orlowski
PANTAU SAHAM - Seorang pedagang duduk di depan layar komputer di Bursa Efek Frankfurt di Jerman. Indeks STOXX Europe 600 pan-Eropa turun 0,3 persen pada pagi hari waktu setempat, menurut kantor berita Reuters. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Swiss - Indeks STOXX Europe 600 pan-Eropa turun 0,3 persen pada pagi hari waktu setempat, menurut kantor berita Reuters.

Indeks STOXX Europe 600 Financial Services turun 1,2 persen, terseret oleh penurunan 5,1 persen di UBS Group meskipun pemberi pinjaman Swiss itu mengalahkan perkiraan laba kuartal keempatnya.

CEO UBS Sergio Ermotti mengatakan persyaratan modal yang lebih tinggi di Swiss akan merugikan keuntungan bagi pemegang saham.

Saham Diageo turun 3,6 persen setelah pembuat minuman keras terkemuka dunia itu menarik target pertumbuhan penjualan organik jangka menengahnya karena mengambil langkah-langkah untuk mencoba mengurangi dampak tarif AS pada tequila Meksiko dan wiski Kanada.

Saham itu menurunkan indeks STOXX Europe 600 Food and Beverage sebesar 0,9 persen. Indeks energi turun 0,8 persen karena harga minyak mentah turun setelah tarif AS pada Tiongkok mulai berlaku.

Indeks telekomunikasi turun 0,8 persen karena saham Vodafone turun 5,6 persen setelah grup tersebut melaporkan penurunan lain di Jerman pada kuartal ketiga. Saham tersebut merupakan saham dengan persentase kerugian terbesar di FTSE 100 Inggris, yang turun 0,3 persen.

Saham Embracer turun 43,4 persen menjelang spin-off grup game tersebut oleh penerbit game papan Asmodee.

Thailand Kurangi Surplus

Thailand akan meningkatkan impor etana AS setidaknya 1 juta ton mulai kuartal kedua tahun ini untuk mencoba mengurangi surplus perdagangannya dengan AS, menurut seorang pejabat Thailand.

Satu juta ton etana, input utama dalam produksi plastik, bernilai 200 juta dolar, Pongsarun Assawachaisophon, wakil sekretaris jenderal perdana menteri, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

“Pemerintah telah berdiskusi dengan perusahaan petrokimia untuk meningkatkan impor etana AS, yang juga akan membantu negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat,” katanya, seraya menambahkan bahwa Menteri Perdagangan Pichai Naripthaphan akan berada di AS mulai hari ini hingga Sabtu.

Thailand memiliki surplus perdagangan dengan AS tahun lalu sebesar 35,4 miliar dolar, menurut Kementerian Perdagangannya, yang telah menguraikan tantangan untuk meningkatkan ekspor Thailand karena kebijakan perdagangan AS yang tidak pasti.

AS merupakan pasar ekspor terbesar Thailand pada tahun 2024, dengan kontribusi sebesar 18,3 persen dari total pengiriman – atau senilai 54,96 miliar dolar. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved