Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Trump Mengenakan Tarif 25 Persen untuk Meksiko - Kanada dan 10 Persen Tiongkok

Donald Trump mengenakan tarif 25 persen pada barang-barang dari Kanada dan Meksiko dan 10 persen pada semua impor dari Tiongkok.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Al Jazeera
PIDATO - Tangkapan layar video Presiden AS Donald Trump berpidato. Donald Trump mengenakan tarif 25 persen pada barang-barang dari Kanada dan Meksiko dan 10 persen pada semua impor dari Tiongkok. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif 25 persen pada barang-barang dari Kanada dan Meksiko dan 10 persen pada semua impor dari Tiongkok.

Amerika Serikat telah mengenakan tarif tinggi pada impor dari Meksiko, Kanada, dan Tiongkok, yang memicu tindakan pembalasan cepat dari negara-negara tetangga di Amerika Utara.

Presiden AS Donald Trump menandatangani tiga perintah eksekutif terpisah pada hari Sabtu, yang mengenakan tarif 25 persen pada barang-barang dari Kanada dan Meksiko, dan 10 persen pada semua impor dari China.

Tetapi energi yang diimpor dari Kanada, termasuk minyak, gas alam, dan listrik, akan dikenakan pajak sebesar 10 persen.

Trump mengatakan tarif tersebut diperlukan untuk "melindungi warga Amerika" dan berjanji akan mempertahankan bea masuk tersebut hingga apa yang disebutnya sebagai keadaan darurat nasional di AS terkait narkoba fentanil dan migrasi ilegal berakhir.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum segera memerintahkan tarif pembalasan dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan negaranya akan mengenakan tarif yang sama sebesar 25 persen pada impor AS hingga senilai 155 miliar dolar.

Tidak ada reaksi langsung dari Tiongkok.

Reporter Al Jazeera Kristen Saloomey, yang melaporkan dari kota Detroit, AS, mengatakan bahwa langkah Trump telah menimbulkan kekhawatiran di kedua sisi perbatasan.

“Ini adalah sesuatu yang membuat warga Kanada sangat khawatir, dan warga Amerika di Detroit, tempat saya tinggal, telah menyatakan kekhawatiran tentang kenaikan harga. Para ekonom juga memperingatkan bahwa perang dagang dapat terjadi akibat tarif ini dan menyebabkan harga meningkat dan mungkin memaksa Kanada mengalami resesi,” katanya.

Tarif yang Tinggi

Trump mengumumkan keadaan darurat nasional berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional dan Undang-Undang Keadaan Darurat Nasional untuk mendukung tarif, yang memberikan kekuasaan luas kepada presiden untuk mengenakan sanksi guna mengatasi krisis.

Bea masuk baru ini merupakan wujud nyata dari ancaman berulang Trump selama kampanye presiden 2024 dan sejak menjabat, serta menentang peringatan dari para ekonom bahwa perang dagang baru dengan mitra dagang utama AS akan mengikis pertumbuhan negara tersebut, sekaligus meningkatkan harga bagi konsumen dan perusahaan.

Pengumpulan tarif akan dimulai pada pukul 12.01 pada hari Selasa, menurut perintah tertulis Trump. Namun, impor yang dimuat ke kapal atau ke moda transit terakhirnya sebelum memasuki AS sebelum pukul 12.01 dini hari Sabtu akan dibebaskan dari bea masuk.

Lembar fakta Gedung Putih mengatakan tarif akan tetap berlaku “hingga krisis mereda,” tetapi tidak memberikan rincian tentang apa yang perlu dilakukan ketiga negara untuk memperoleh penangguhan.

Sementara itu, pejabat AS mengatakan tidak akan ada pengecualian dari tarif dan jika Kanada, Meksiko, atau China membalas ekspor AS, Trump kemungkinan akan menaikkan bea masuk.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved