Presiden Brasil Lula Ancam Balik Trump: Tarif AS Akan Dibalas
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan bahwa jika Amerika Serikat mengenakan tarif pada negaranya, ia akan membalasnya.
Akan tetapi, ancaman-ancaman itu tidak diterima dengan baik di Amerika Latin, di mana sejarah panjang intervensi dan campur tangan AS masih terasa.
"Saya pernah memerintah Brasil saat AS dipimpin presiden dari Partai Republik dan Demokrat, dan hubungan kami selalu terjalin antara kedua negara berdaulat tersebut," kata Lula, yang memulai masa jabatan ketiganya yang tidak berturut-turut pada tahun 2023 setelah mengalahkan sekutu Trump, Jair Bolsonaro.
AS memiliki defisit perdagangan dengan Brasil, yang darinya ia membeli produk-produk seperti kopi, minyak, baja, pesawat terbang, dan jus jeruk.
Sementara itu, Brasil banyak membeli barang-barang AS seperti produk energi, barang farmasi, dan suku cadang pesawat. Menurut Sekretariat Perdagangan Luar Negeri Brasil, negara tersebut mengekspor barang senilai $337 miliar ke AS pada tahun 2024, dan mengimpor $262,5 miliar.
Namun para ahli mengatakan defisit perdagangan tidak selalu merupakan tanda hubungan ekonomi yang tidak sehat: defisit tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti permintaan konsumen dan nilai mata uang.
Ada pula kekhawatiran bahwa perang dagang yang dipicu AS dapat memberi kekuatan kepada pesaing ekonomi lain untuk ikut campur.
China, misalnya, telah memperluas hubungan ekonominya dengan Amerika Selatan dalam beberapa tahun terakhir, menjadi mitra dagang utama bagi sebagian besar negara di kawasan tersebut. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/310125-Lula.jpg)