AJI Manado
AJI Manado Terima Kunjungan Ketua Media Center Nasional Ahmadiyah, Bahas Kolaborasi Isu Keberagaman
Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado kedatangan tamu penting. Yakni Ketua Media Center Nasional Ahmadiyah, Yendra Budiana.
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada Kamis (30/1/2025) siang, Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado kedatangan tamu penting.
Tamu tersebut adalah Ketua Media Center Nasional Ahmadiyah, Yendra Budiana, yang didampingi oleh Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Manado, Hafiz Ahmad Mutu.
Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin hubungan yang lebih erat dan membahas kemungkinan kolaborasi antara AJI Manado dan Ahmadiyah terkait isu-isu keberagaman dan penguatan kapasitas media massa.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua AJI Manado, Fransiskus Marselino Talokon, dan Sekretaris AJI Manado, Isa Anshar Jusuf, bersama sejumlah pengurus lainnya.
Yendra Budiana bersama tim Media Center Nasional Ahmadiyah tiba di kantor AJI Manado sekitar pukul 13.30 Wita.
Dalam pertemuan itu, Yendra Budiana menjelaskan bahwa tujuan utama kedatangannya adalah untuk mempererat silaturahmi.
Menurutnya, media massa dan jurnalis memiliki peran yang sangat penting dalam mengawal isu-isu keberagaman yang ada di masyarakat.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan AJI Manado, terutama dalam hal memperkuat pemahaman tentang keberagaman dan peran media massa dalam isu-isu tersebut,” ujar Yendra.
Selain itu, Yendra mengusulkan agar kedepannya bisa dilaksanakan berbagai program bersama antara AJI Manado dan Ahmadiyah.
Salah satunya adalah kegiatan berbagi pengetahuan dan keterampilan antara kedua belah pihak.
“AJI Manado bisa memberikan pelatihan kepada pemuda Ahmadiyah, seperti cara membuat siaran pers yang efektif,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Ahmadiyah juga ingin berbagi pengetahuan dengan para jurnalis tentang latar belakang dan ajaran Jemaat Ahmadiyah, serta peran sosial yang telah mereka jalankan selama ini.
Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada jurnalis, sehingga mereka bisa meliput secara lebih objektif dan akurat.
Fransiskus Marselino Talokon menyambut positif inisiatif tersebut.
Ia menilai program semacam ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas jurnalis maupun pemuda Ahmadiyah dalam mengelola informasi terkait keberagaman dan kebebasan beragama.
“Dengan pemahaman yang lebih baik tentang Ahmadiyah, teman-teman wartawan bisa melakukan liputan yang lebih objektif.
Sebaliknya, pemuda Ahmadiyah juga akan mendapatkan keterampilan dalam menyampaikan informasi melalui media, seperti pembuatan siaran pers,” jelas Fransiskus.
Selama diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam, kedua belah pihak juga membahas berbagai kegiatan yang bisa dilakukan bersama, baik di tingkat lokal maupun nasional, untuk mendukung kebebasan beragama dan meningkatkan kapasitas komunikasi antar kelompok masyarakat yang berbeda keyakinan.
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>
Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>
Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>>
Diskusi AJI dan FISIP Unsrat, AI Peluang Sekaligus Tantangan bagi Kebebasan Pers |
![]() |
---|
Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, AJI Manado Bahas Tantangan Baru Jurnalistik di Era AI |
![]() |
---|
AJI Manado Gelar Pelatihan Keselamatan Jurnalis, Fransiskus Talokon: Taati Kode Etik |
![]() |
---|
AJI Manado Gelar Pelatihan Cegah Hoaks, Libatkan 25 Jurnalis di Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Fransiskus-Isa Kembali Pimpin AJI Manado, Diharap Fokus soal Etika dan Kesejahteraan Anggota |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.