Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Trump Berjanji Mengakhiri Perang: Serangan Ukraina Melemahkan Rusia

Ukraina menyerang kilang minyak Rusia dan pabrik senjata dengan keberhasilan yang semakin meningkat.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Tentara Ukraina dari Brigade Infanteri ke-28 mengambil bagian dalam latihan taktis di daerah pedesaan Ukraina. Ukraina menyerang kilang minyak Rusia dan pabrik senjata dengan keberhasilan yang semakin meningkat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Kyiv - Ukraina menyerang kilang minyak Rusia dan pabrik senjata dengan keberhasilan yang semakin meningkat.

Itu merujuk pada keyakinannya yang sering dinyatakan bahwa pemerintahan pendahulunya, mantan Presiden AS Joe Biden, keliru karena membiarkan perang Ukraina dimulai, dan sumpahnya untuk segera mengakhirinya.

Utusan khusus Trump, pensiunan Jenderal AS Keith Kellog, telah menetapkan tantangan 100 hari untuk mencapai gencatan senjata.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari pelantikan Trump, dan menegaskan kembali keinginannya untuk berunding. Ia mengatakan solusi harus menghilangkan akar penyebab perang – yang merujuk pada perluasan NATO ke arah timur.

Sergei Ryabkov, wakil menteri luar negeri Rusia, mengatakan pada hari Rabu bahwa pemerintahan Trump menghadirkan peluang untuk mencapai kesepakatan.

“Dibandingkan dengan pesimisme di bawah presiden AS sebelumnya, saat ini, peluang untuk mencapai kesepakatan sangat kecil,” katanya dalam sebuah acara akademis di Moskow.

Seiring dengan perkembangan politik tingkat tinggi ini, Ukraina menghancurkan pertahanan udara Rusia dan membakar sebagian kemampuan musuh untuk berperang.

Kampanye interdiksi strategis itu tampak jelas melemahkan upaya perang Rusia, kata panglima tertinggi Ukraina Oleksandr Syrskii.

“Selama beberapa bulan terakhir, konsumsi amunisi artileri normal oleh tentara Rusia sebenarnya telah berkurang setengahnya,” katanya kepada TSN, jaringan televisi Ukraina.

“Jika sebelumnya angka ini mencapai 40.000 per hari, sekarang jauh lebih rendah.

Serangan ini mengurangi kemampuan pasukan Rusia untuk mempertahankan intensitas operasi tempur yang tinggi,” imbuhnya.

Selama seminggu terakhir, Ukraina mencetak beberapa serangan.

Staf Umum Ukraina mengatakan tiga pesawat nirawak mereka menghantam depot minyak Liskinskaya di wilayah Voronezh, Rusia, dan membakarnya pada 16 Januari.

"Depot minyak ini menyediakan bahan bakar untuk militer Rusia," kata mereka.

Rekaman geolokasi memperlihatkan kilang minyak terbakar hari itu.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved