Hari Ke-1.048 Perang Rusia - Ukraina: Kyiv Klaim 15 Ribu Orang Tewas dalam 5 Bulan
Perang Rusia vs Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda meredah. Di tengah serangan Ukraina ke Kursk, Kyiv mengeklaim 15 ribu orang tewas dalam 5 bulan.
Tayang:
Editor:
Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Seorang anggota awak tank Ukraina dari Brigade Jaeger ke-68 berjalan di samping tank Leopard 1A5 di posisi mereka beristirahat dalam pertempuran, dekat Pokrovsk di wilayah Donetsk barat. Perang Rusia vs Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda meredah.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Kyiv - Perang Rusia vs Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda meredah. Di tengah serangan Ukraina ke Kursk, Kyiv mengeklaim 15 ribu orang tewas dalam 5 bulan terakhir.
Berikut ini adalah perkembangan penting pada hari ke-1.048 invasi Rusia ke Ukraina pada hari Selasa, 7 Januari dikutip Al Jazeera:
Pertempuran
- Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah merebut Desa Dachenske, sebelah selatan Pokrovsk, kota besar lainnya di wilayah Donetsk di Ukraina timur, yang menjadi target pasukannya.
- Polisi Ukraina mengatakan serangan pesawat nirawak Rusia menargetkan sebuah bus di lingkungan Kherson pada hari Senin, menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya.
- Presiden Ukraina Volodymir Zelensky mengatakan bahwa Rusia telah menderita kerugian besar di tengah serangan lima bulan oleh pasukan Ukraina ke wilayah Kursk, dengan hampir 15.000 orang tewas. Pendudukan wilayah Rusia selatan telah memungkinkan pasukan Kyiv untuk membangun zona penyangga, yang memaksa Moskow untuk mengalihkan unit militer dari daerah garis depan di Ukraina timur, tambahnya.
- Beberapa lusin tentara Ukraina telah membelot saat berlatih di Prancis, seorang pejabat militer Prancis mengatakan kepada kantor berita AFP. Pasukan tersebut sekarang dikenai rezim disiplin "yang diberlakukan oleh komando Ukraina".
Politik dan Diplomasi
- Presiden Prancis Emmanuel Macron telah meminta Ukraina untuk memiliki ekspektasi yang "realistis" terkait wilayahnya saat perang melawan invasi Rusia memasuki tahun keempat, dengan mengatakan bahwa ia tidak melihat adanya "solusi yang cepat dan mudah" untuk konflik tersebut.
- Pemerintah Moldova telah memanggil seorang diplomat Rusia di tengah kekhawatiran bahwa situasi di Transnistria semakin memburuk. Wilayah yang memisahkan diri tersebut berisiko mengalami pemadaman listrik total setelah Rusia memutus pasokan gas.
- Utusan Presiden terpilih AS Donald Trump untuk Ukraina, Letnan Jenderal pensiunan Keith Kellogg, telah menunda perjalanan pencarian fakta ke Kyiv dan ibu kota Eropa lainnya hingga setelah pelantikan Trump pada tanggal 20 Januari, menurut beberapa sumber.
- Pimpinan Gereja Ortodoks Rusia, yang merayakan Natal bersama pemimpin Kremlin Vladimir Putin, mengatakan bahwa dunia Barat membenci Rusia dan "jalur alternatif pembangunan beradabnya". (Tribun)
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/070125-tentara-ukraina.jpg)