Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ukraina Meluncurkan Serangan Baru di Kursk - Rusia

Pasukan Ukraina telah meluncurkan serangan balasan di Kursk - Rusia dalam upaya untuk mempertahankan wilayah yang direbut.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Peluncur roket ganda gerak sendiri Rusia ditembakkan ke arah posisi Ukraina di Kursk. Pasukan Ukraina telah meluncurkan serangan balasan di Kursk - Rusia dalam upaya untuk mempertahankan wilayah yang direbut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Kyiv - Pasukan Ukraina telah meluncurkan serangan balasan di Kursk - Rusia dalam upaya untuk mempertahankan wilayah yang direbut.

Militer Ukraina telah melancarkan serangan baru di wilayah Kursk, Rusia, sementara pasukan Moskow terus maju jauh ke dalam wilayah timur Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa pasukan Ukraina melancarkan serangan baru di tengah serbuan mereka ke Rusia yang dimulai dengan serangan mendadak pada bulan Agustus.

Andriy Kovalenko, pejabat senior Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, tampaknya mengonfirmasi operasi tersebut dalam sebuah unggahan Telegram.

"Di wilayah Kursk, Rusia sangat khawatir. Mereka diserang dari berbagai arah, yang mengejutkan mereka," katanya.

Andriy Yermak, kepala kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, mengisyaratkan serangan itu berhasil.

"Wilayah Kursk, kabar baik, Rusia mendapatkan apa yang pantas diterimanya," tulisnya pada hari Minggu dikutip Al Jazeera.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan balik Ukraina dimulai pada Minggu pagi yang melibatkan dua tank, satu kendaraan penghalang, dan 12 kendaraan tempur lapis baja dengan tentara yang menuju ke pemukiman Rusia di Berdin.

Sebagian besar dari mereka hancur, menurut kementerian, yang juga merilis rekaman udara dari apa yang disebutnya sebagai pesawat nirawak bermuatan bahan peledak yang menghancurkan unit artileri gerak sendiri dari angkatan bersenjata Ukraina di Kursk.

Kementerian tersebut mengatakan tentaranya menewaskan 340 anggota angkatan bersenjata Ukraina selama sehari terakhir.

Militer Rusia mengklaim bahwa Ukraina telah kehilangan lebih dari 49.000 prajurit di Kursk sejak dimulainya serangannya pada bulan Agustus, bersama dengan 273 tank, 44 sistem peluncur roket, dan ratusan kendaraan serta amunisi lainnya.

Ukraina mengklaim Rusia kehilangan 430.000 tentara pada tahun 2024, dan bahwa tentara Korea Utara yang dibawa ke Kursk baru-baru ini mengalami banyak korban di garis depan wilayah Rusia.

Pasukan Rusia secara bertahap telah mendorong mundur tentara Ukraina dari daerah yang direbut di Kursk, tetapi mereka belum dapat sepenuhnya menangkis serangan tersebut.

Zelenskyy mengatakan wilayah yang dikuasai di Kursk dapat memainkan peran penting dalam pembicaraan "perdamaian" di masa mendatang. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia siap untuk berunding tetapi juga tetap siap untuk melanjutkan perang lebih lama lagi.

Pasukan Rusia juga terus maju jauh ke dalam wilayah Ukraina, setelah secara bertahap mengambil alih wilayah penting di bagian timur negara tersebut.

Maju dengan kecepatan yang semakin tinggi dalam beberapa bulan terakhir, mereka terus berupaya merebut kota Ukraina Pokrovsk di wilayah Donetsk.

Moskow berjanji akan membalas pada hari Sabtu setelah militer Ukraina menggunakan lebih banyak rudal ATACMS yang diberikan kepadanya oleh Amerika Serikat. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved