Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Natal

Seruan Paus Fransiskus yang Disampaikan dalam Perayaan Misa Malam Natal

Dalam perayaan Misa Malam Natal di Basilika Santo Petrus, Paus Fransiskus mengingatkan umat Katolik tentang pentingnya harapan dan keberanian

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Kolase Tribun Manado
Paus Fransiskus. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. 

Di Eropa ada perang Ukraina dan Rusia yang turut melibatkan pasukan dari Korea Utara.

Sementara di Timur Tengah gejolak seperti tak pernah mereda. 

Hancurnya Gaza, tumbangnya rezim Assad hingga Lebanon yang memasuki konflik dengan Isralel. 

Belum lagi Yaman dan Irak yang juga ikut dalam pusaran konflik. 

Sementara di wilayah Asia Tenggara, ada laut China Selatan yang juga memicu terjadinya konflik. 

Untuk itu, dalam perayaan Misa Malam Natal di Basilika Santo Petrus, Paus Fransiskus mengingatkan umat Katolik tentang pentingnya harapan dan keberanian untuk memperbaiki dunia. 

Dirinya mengajak umat agar tidak terjebak dalam kebiasaan lama, melainkan untuk marah terhadap ketidakadilan dan menemukan kekuatan untuk mengubahnya.

Paus, yang merayakan Natal ke-12 dalam masa kepausannya, juga membuka Tahun Suci Katolik 2025 yang diharapkan membawa sekitar 32 juta wisatawan ke Roma. 

Tahun Suci ini, yang berlangsung hingga 6 Januari 2026, adalah waktu pengampunan dosa dan perayaan damai, dengan umat dapat memperoleh indulgensi khusus sebagai bagian dari tradisi Yubelium, yang terjadi setiap 25 tahun.

Dilansir Reuters, Paus menekankan bahwa harapan adalah panggilan untuk bertindak dan tidak menyerah pada keadaan biasa-biasa saja. 

“Harapan memanggil kita untuk marah terhadap hal-hal yang salah dan menemukan keberanian untuk mengubahnya,” ujarnya.

Paus juga mengingatkan tentang beban utang yang menimpa negara-negara miskin, mengajak negara-negara maju untuk menggunakan momen Yubelium untuk membatalkan utang negara berkembang yang dianggap tidak adil. 

Seruan ini mengingatkan pada kampanye yang dimulai pada tahun Yubelium 2000 yang menghasilkan pembatalan utang senilai 130 miliar dollar AS.

Pada awal Misa, Paus membuka “Pintu Suci”, yang hanya dibuka selama tahun Yubelium, simbol dari pembaruan spiritual dan pengampunan. 

Vatikan memperkirakan hingga 100.000 peziarah akan melewati pintu tersebut setiap hari sepanjang tahun depan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved