Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cewek Manado

Sosok Kezia Rantung Cewek Manado Multitalenta, Menyanyi Hingga Menulis Buku, Kini Lanjut S2

Cewek kelahiran Ratahan, 12 Januari 1998 mampu mengasah talenta menjadi sesuatu yang berguna untuk masa depannya.

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Alpen Martinus
HO
Cewek Manado Kezia Rantung 

Manado,TRIBUNMANADO.CO.ID- Kenal dekat dengan cewek Manado Kezia Celinda Yanti Rantung (26).

Kezia memiliki banyak telenta yang diberikan oleh Tuhan.

Cewek kelahiran Ratahan, 12 Januari 1998 mampu mengasah talenta menjadi sesuatu yang berguna untuk masa depannya.

Baca juga: Sosok Cewek Manado Sharoon Bagania, Bantu Orang Tua Jual Kue Natal di Pasar 45, Raup Banyak Untung

Kezia mengaku memiliki beberapa talenta di antaranya membuat lagu, aktor, beatboxer dan yang paling menonjol yaitu menyanyi dan menulis buku.

Kemampuan menyanyi dan menulis buku telah diasahnya sejak SD saat berumur 8 tahun.

Berbagai lomba menulis dan menyanyi telah diikuti oleh Kezia, bahkan pernah diutus ke tingkat Nasional untuk cipta puisi.

"Kalau tujuan menulis buku, karena membaca apa lagi tentang kebudayaan, saya merasa dongeng-dongeng di Minahasa kebanyakan bawaan dari perspektif kolonial maka dari itu saya meriset dan membuat cerita baru menggabungkan cerita orang Minahasa secara lisan, dengan membaca buku-buku dari Dr Bert Supit, Graafland, Fredy Wowor dan lain-lain.

Lalu menggabungkan relevansi cerita dongengnya di zaman sekarang, melalui perspektif orang Minahasa asli dalam pandangan perempuan yang tumbuh di tanah Minahasa Tenggara, buku saya launching di Yogyakarta melalui penerbit independen, Penerbit Pintu," ujarnya, Rabu (18/12/2024).

Cewek yang sementara melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta telah menulis 3 buku.

Buku pertama, Wewene Sanggar Waktu, kumpulan dongeng perempuan di Minahasa menceritakan 5 tokoh perempuan di Minahasa.

Kemudian, ⁠Catatan-catan yang Berserakan di Atas Ranjang, buku berisi 42 kumpulan puisi yang tersedia barcode sehingga penikmat puisi yang kurang suka membaca dapat mendengarkan puisi tersebut lewat scan barcode yang tertera di samping kiri puisi.

Dan Wewene Sanggar Waktu Torario Ka Rarua masih proses pengerjaan mengangkat 3 tokoh perempuan Minahasa, Karema, Lumimu'ut dan Walang Kiran buku ini adalah lanjutan dari buku pertama.

"Untuk menulis buku, puji Tuhan 200 pcs buku bertajuk "Wewene Sanggar Waktu" telah terjual dalam kurun waktu 7 bulan dan masih mengerjakan pesanan untuk 3 toko buku yang ingin menjadi suplayer buku dongeng Wewene Sanggar Waktu," buku pertama," tutur anak dari pasangan Danny Rantung dan Sherly Christine Waas S.Pd, M.Pd ini.

Ia mengungkapkan selain menulis buku, dirinya terus bernyanyi untuk acara kesenian di berbagai tempat.

Dia berharap ke depan dengan telenta yang diberikan Tuhan bisa membawa dampak bagi orang lain dan keluarganya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved