Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Studi: Jutawan Baby Boomer Cenderung Pelit Dibanding Milenial - Gen X

Jutawan Generasi milenial dan Gen X memiliki kemungkinan dua kali lebih besar dibandingkan generasi baby boomer untuk memprioritaskan pembagian.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Ilustrasi jutawan. Jutawan Generasi milenial dan Gen X memiliki kemungkinan dua kali lebih besar dibandingkan generasi baby boomer untuk memprioritaskan pembagian. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jutawan Generasi milenial dan Gen X memiliki kemungkinan dua kali lebih besar dibandingkan generasi baby boomer untuk memprioritaskan pembagian kekayaan (pelit) mereka dengan generasi berikutnya, menurut sebuah studi baru dari perusahaan jasa keuangan Charles Schwab.

Data mengungkapkan bahwa generasi baby boomer, yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964, berencana untuk menghabiskan sebagian besar kekayaan mereka daripada menyimpannya untuk generasi mendatang.

Liz Jassin dari The Hill melaporkan, survei tersebut menganalisis 1.000 warga Amerika dengan kekayaan bersih tinggi, mereka yang memiliki aset investasi lebih dari 1 juta dolar.

Survei tersebut mengungkap bahwa warga Amerika yang lebih muda dan kaya berencana untuk melepaskan diri dari tradisi dan mentransfer kekayaan mereka daripada menunggu hingga setelah kematian.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa generasi baby boomer berniat mewariskan sekitar 3,1 juta dolar, dibandingkan dengan rata-rata individu kaya, yang berencana mewariskan sekitar 4,1 juta dolar. Sementara itu, generasi Millenial yang kaya berencana mewariskan aset sekitar 4,7 juta dolar.

“Sangat menggembirakan melihat mayoritas orang Amerika kaya yang berencana mewariskan kekayaan mereka telah mulai memformalkan rencana dan dokumen tersebut serta berkomunikasi dengan keluarga mereka,” kata  Susan Hirshman , direktur manajemen kekayaan untuk Schwab Wealth Advisory dan Schwab Center for Financial Research.

“Selain langkah-langkah mendasar tersebut, kami menganjurkan keluarga untuk mendasarkan diskusi dan perencanaan pada nilai-nilai dan tujuan bersama untuk transfer kekayaan,” imbuh Hirshman.

Ia melanjutkan, “Percakapan ini dapat membantu para ahli waris melihat diri mereka sebagai pengelola kekayaan, bukan hanya penerima manfaat, dan memperoleh perspektif penting tentang makna kekayaan, warisan, dan tanggung jawab yang menyertainya.” (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved