Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada Sulut 2024

Prabowo Usul Bupati dan Gubernur Dipilih DPRD, Liando: Pola Kelembagaan Parpol Belum Efektif

Kata Liando di sisi lain terdapat kepala daerah hasil pemilihan langsung berurusan dengan penegak hukum karena prilaku korupsi. 

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Alpen Martinus
HO
Dosen Kepemiluan FISIP Unsrat Ferry Daud Liando 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyinggung soal sistem politik yang diterapkan oleh negara-negara tetangga, di mana DPRD yang memilih Gubernur dan Bupati.  

Hal tersebut disampaikannya kala menjelaskan bahwa perlunya pemikiran untuk memperbaiki sistem Partai Politik. 

Pasalnya, dikatakan bahwa pelaksanaan sistem pelaksanaan Pilkada ini menghabiskan anggaran hingga triliunan.

Baca juga: Ferry Liando Lantik Merry Mawardi sebagai Ketua PIKI Manado Sulawesi Utara

"Apa sistem ini berapa puluh triliun habis dalam satu dua hari? Dari negara maupun dari tokoh-tokoh politik masing-masing,” terangnya dalam pidato di HUT ke-60 Golkar.

Terkait pernyataan tersebut, Dosen Kepemiluan FISIP Unsrat Ferry Daud Liando mengatakan 
Pernyataan Presiden sangat dimaklumi karena pemilihan kepala daerah secara langsung ternyata tidak menjadi lebih baik dari pemilihan kepala daerah yang dipilih oleh DPRD ataupun dalam proses pengangkatan.

Malah beberapa laporan kinerja di beberapa daerah ternyata daerah yang kinerjanya lebih baik ternyata hanya dipimpin oleh kepala daerah berstatus penjabat yang tidak dipilih langsung tapi hanya melalui proses pengangkatan. 

"Sementara daerah yang dipimpin kepala daerah yang dipilih langsung memiliki kinerja pada urutan di bawah," jelasnya

Kata Liando di sisi lain terdapat kepala daerah hasil pemilihan langsung berurusan dengan penegak hukum karena prilaku korupsi. 

Menurutnya hasil evaluasi Kemendagri dan Kemenpan terdapat kepala daerah yang miskin inovasi dalam memajukan daerahnya, baik dalam hal kebijakan, pelayanan publik maupun strategi mengelola pendapatan daerah. 

"Miskin inovasi menjadi pemicu suatu daerah hanya bergantung pendanaan daerah dari transfer pemerintah pusat," jelasnya

Dia melihat proses Pilkada langsung menjadi salah satu pemicu buruknya kinerja sebagian kepala daerah.

Pertama dalam hal seleksi calon oleh Parpol belum dilakukan secara benar oleh sebagian besar Parpol. 

Parpol kerap mengabaikan proses kaderisasi anggota sebelum diusulkan menjadi calon. 

"Calon yang diusung lebih mengedepankan kemampuan modal yang dimiliki ketimbang pegalaman kepemimpinan," jelasnya

Kedua, prilaku pemilih sebagian besar belum teredukasi dengan baik. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved