Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Serangan Israel ke Pinggiran Damaskus Menyulitkan Pemerintahan Transisi di Suriah

Serangan Israel yang berulang di dalam dan sekitar Damaskus dan wilayah lain menciptakan tantangan besar bagi oposisi di Suriah.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Suasana Kota Damaskus, Suriah. Serangan Israel yang berulang di dalam dan sekitar Damaskus dan wilayah lain menciptakan tantangan besar bagi oposisi di Suriah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Damaskus - Serangan Israel yang berulang di dalam dan sekitar Damaskus dan wilayah lain menciptakan tantangan besar bagi oposisi di Suriah untuk mempertahankan aparatur negara dan mengamankan transisi yang lancar.

Rezim lama yang bertahan lebih dari setengah abad telah berakhir dan oposisi Suriah tidak memiliki pengalaman dalam menjalankan urusan negara.

Jadi, ada keseimbangan yang sangat rumit di sini. Mereka harus berhasil mempertahankan fasilitas negara bersama-sama.

Dikutip Al Jazeera, lebih jauh lagi, spektrum politik di sini juga sangat rumit. Oposisi Suriah bukanlah entitas tunggal.

Mereka adalah koalisi kelompok-kelompok dengan latar belakang dan pendekatan yang berbeda, sehingga kegagalan pemerintahan baru di sini berpotensi menyebabkan perang saudara baru.

Oleh karena itu, serangan Israel membuat tugas pemerintahan baru hampir mustahil.

Warga Suriah di Rusia

Seperti yang telah kami laporkan, staf di kedutaan besar Suriah di Moskow telah mengibarkan bendera oposisi menyusul lengsernya al-Assad.

Omro Muhammad Kamal, warga negara Suriah di Moskow, termasuk di antara mereka yang bergabung dalam perayaan di misi diplomatik tersebut.

"Semua orang Arab telah menunggu momen ini sejak 2011," katanya kepada Al Jazeera. "Rakyat Suriah menderita ketidakadilan, tidak memiliki kebebasan berbicara, dan hidup dalam ketakutan. Namun, sekarang kami dapat berbicara. Rakyat kami akan dapat mengekspresikan diri dan menunjukkan bakat mereka."

Anas Antar, warga negara Suriah lainnya di Moskow, mengatakan bahwa ia berharap pada pemerintahan Suriah yang baru.

"Hal terpenting sekarang adalah transisi kekuasaan yang damai," katanya. "Saya berharap parlemen yang baru akan mencakup semua kelompok minoritas."

Laporan Kremlin 

Mantan Presiden Bashar al-Assad berada di Moskow tetapi ia tidak banyak bicara. Tidak ada foto atau rekaman video yang memperlihatkan dirinya atau keluarganya sejak kedatangan mereka di Rusia.

Dan Kremlin mengatakan tidak ada rencana bagi Presiden Vladimir Putin untuk bertemu al-Assad.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved