Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Profil Tokoh

Sosok Benny Mamoto Putra Sulawesi Utara Jadi Anggota Dewas KPK, Pernah Jadi Penyidik di Densus 88

Benny Jozua Mamoto, yang saat ini terpilih sebagai anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Glendi Manengal
KOMPAS.com/Tria Sutrisna
Anggota dewas KPK Terpilih Benny Mamoto saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (18/11/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Diketahui para pejabat di Komisi Pemberantasan Korupsi baru saja terpilih.

Dimana sebanyak 5 orang terpilih dari pimpinan KPK dan 5 dari Dewan Pengawas KPK.

Para pimpinan dan dewas terpilih berdasarkan hasil pemungutan suara yang digelar pada Kamis (21/11/2024).

Dan akan menjabat selama periode 2024-2029.

Terkait hal tersebut salah satu Dewan Pengawas di Komisi Pemberantasan Korupsi yang terpilih jadi perhatian.

Diketahui salah satu yang terpilih dengan suara terbanyak yakni Benny Jozua Mamoto.

Benny Mamoto diketahui merupakan putra Sulawesi Utara.

Berikut ini sosok dari Benny Jozua Mamoto yang terpilih jadi Dewan Pengawas KPK periode 2024-2029.

Benny Jozua Mamoto, yang saat ini terpilih sebagai anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029, adalah seorang putra Kawanua Sulawesi Utara yang lama berkarier di dunia kepolisian. 

Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara pada 7 Juni 1957 (umur 67) ini, memulai kariernya dari Akademi Kepolisian (Akpol) hingga mencapai pangkat Inspektur Jenderal (Irjen).

Benny Mamoto terpilih sebagai anggota Dewas KPK melalui mekanisme voting dalam rapat Komisi III DPR, yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (21/11/2024).

Dalam pemungutan suara tersebut, Benny meraih 46 suara, dan bersama empat nama lainnya, dia akan mengemban tugas di Dewas KPK untuk masa jabatan 2024-2029.

Profil dan Jejak Karier

Tamat dari SMA, Benny langsung masuk Akademi Kepolisian dan lulus pada tahun 1977.

Ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana, dan meraih gelar sarjana pada 1992. 

Benny kemudian melanjutkan studi di Universitas Indonesia (UI) dengan mengambil Kajian Ilmu Kepolisian, dan memperoleh gelar Magister (S2) serta Doktor (S3).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved